Kuota TPA Dibatasi, Volume Sampah Cimahi Tak Terkendali

IMG 20260322 054325

Pemokot Cimahi hentikan sementara penarikan sampah rumah tangga guna memprioritaskan titik – titik penumpukan

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Lonjakan volume sampah selama bulan Ramadan di Kota Cimahi tak diimbangi dengan kapasitas pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang dibatasi pemerintah provinsi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kondisi ini menyebabkan pengangkutan sampah tak mampu mengejar peningkatan timbunan di lapangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, mengungkapkan bahwa pembatasan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti berdampak langsung pada terbatasnya ritase pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS).

“Kuota pembuangan dari provinsi tidak mengalami penambahan, sementara volume sampah terus meningkat. Akibatnya, ritase pengangkutan menjadi sangat terbatas dan tidak mampu mengimbangi lonjakan sampah,” ujar Chanifah belum lama ini.

Ia menjelaskan, dengan sistem penimbangan yang kini diterapkan di TPA, kapasitas pembuangan semakin terkendali ketat.

” Jika sebelumnya kuota pembuangan dapat mencukupi hingga 14 hari, kini hanya mampu bertahan sekitar 10 hari.” jelasnya.

Situasi tersebut diperparah oleh peningkatan produksi sampah selama Ramadan yang mencapai 30 hingga 40 persen dibanding hari biasa.

“Volume sampah harian yang biasanya berada di kisaran 250 ton, kini melonjak hingga lebih dari 300 ton per hari.” tambahnya.

Akibat ketidakseimbangan antara produksi dan kapasitas pembuangan ini, penumpukan sampah terjadi di hampir seluruh TPS di Kota Cimahi.

” Dengan terpaksa, kami melakukan penyesuaian layanan, termasuk penghentian sementara penjemputan sampah rumah tangga guna memprioritaskan pembersihan di titik-titik penumpukan.” pungkasnya. (Bzo)