Langit Purworejo Terasa Lebih Panas, Ini Penjelasan BPBD dan BMKG

1773961880020

Memasuki masa peralihan musim, berkurangnya awan dan posisi matahari membuat suhu terasa lebih terik, sementara potensi kemarau lebih awal di 2026 perlu diwaspadai masyarakat.

Purworejo, NyaringIndonesia.com – Kondisi cuaca yang terasa lebih panas dalam beberapa hari terakhir ternyata merupakan hal yang wajar terjadi saat masa peralihan musim. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Wasit Diono.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Menurutnya, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, saat ini Indonesia sedang berada dalam masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.

Pada periode ini, jumlah awan biasanya berkurang. Akibatnya, sinar matahari bisa langsung mencapai permukaan bumi tanpa banyak penghalang, sehingga suhu udara terasa lebih panas, terutama di siang hari.

Selain itu, posisi matahari yang hampir tegak lurus di wilayah Indonesia pada bulan Februari hingga Maret juga membuat panas terasa lebih menyengat. Meskipun begitu, suhu udara sebenarnya masih berada dalam batas normal secara meteorologi.

Di sisi lain, BMKG juga menyebutkan bahwa fenomena La Niña yang sebelumnya memengaruhi cuaca Indonesia telah berakhir di awal tahun 2026. Saat ini, kondisi iklim mulai netral dan berpotensi berkembang menjadi El Niño pada pertengahan tahun, dengan peluang sekitar 50 hingga 60 persen.

BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun 2026 bisa datang lebih awal di beberapa wilayah. Hal ini perlu diwaspadai karena berpotensi menyebabkan kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran lahan.

Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Purworejo mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas berat di siang hari, memperbanyak minum air, dan menggunakan air secara bijak.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membakar lahan karena dapat memicu kebakaran.

Ke depan, BPBD bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan cuaca serta menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi bencana, khususnya yang berkaitan dengan perubahan cuaca dan iklim.

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News