Ledakan Tabung LPG Lukai Dua Warga Cimahi Utara

IMG 20260612 202937
Kebocoran gas LPG diduga menjadi pemicu ledakan yang terjadi di sebuah rumah warga di Jalan Kampung Cipageran Nomor 79, RT 03 RW 09, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara

 

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Kebocoran gas LPG diduga menjadi pemicu ledakan yang terjadi di sebuah rumah warga di Jalan Kampung Cipageran Nomor 79, RT 03 RW 09, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Jumat (12/06/26) sekira pukul 17.44 WIB. Akibat ledakan tersebut, sebagian bangunan dapur mengalami kerusakan dan dua penghuni rumah mengalami luka-luka.

Sementara laporan kejadian diterima petugas piket Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi pada pukul 17.44 WIB dari Lurah Cipageran. Tim Respons 3 Damkar Kota Cimahi kemudian segera menuju lokasi dan tiba enam menit kemudian untuk melakukan penanganan.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, menjelaskan bahwa insiden bermula saat Rina (46) sedang memasak telur di dapur. Saat aktivitas memasak berlangsung, diduga terjadi kebocoran pada sistem gas LPG yang kemudian memicu ledakan.

“Ledakan mengakibatkan sebagian bangunan dapur rusak serta menyebabkan Rina dan anaknya yang berusia 17 tahun mengalami luka-luka,” ujar Aep saat dikknfirmasi.

Setelah tiba di lokasi, kata Aep, petugas langsung melakukan pemeriksaan guna memastikan tidak ada kebocoran lanjutan maupun sumber api yang berpotensi menimbulkan kejadian susulan. Penanganan selesai pada pukul 17.58 WIB dan kondisi lokasi dinyatakan aman.

” Dua korban yang mengalami luka segera mendapatkan pertolongan pertama sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.” kata Aep.

Aep mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan LPG di rumah. Pemeriksaan regulator dan selang secara berkala.

” Pastikan kompor dalam kondisi mati usai kita gunakan. Pemeriksaan secara berkala menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kebocoran gas yang dapat berujung pada ledakan.” pungkas Aep. (Bzo)