Jakarta, NyaringIndonesia.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan perkembangan terkini perekonomian global kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama sejumlah menteri dan anggota dewan ekonomi di Wisma Danantara, Rabu (11/3/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Informasi tersebut disampaikan Luhut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan, sebelum menghadiri acara tasyakuran satu tahun Danantara Indonesia yang digelar di lokasi yang sama.
Dalam pertemuan itu, Luhut menjelaskan bahwa perekonomian global saat ini tengah menghadapi situasi yang ia sebut sebagai perfect storm. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah di tengah proses pemulihan ekonomi dunia yang belum sepenuhnya stabil.
Menurut Luhut, ketegangan geopolitik tersebut berpotensi mengganggu rantai pasok energi global. Selama konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda, banyak negara diperkirakan akan mengambil langkah kebijakan ekonomi secara lebih hati-hati.
“Ibarat mengemudikan kapal di tengah cuaca ekstrem, setiap keputusan harus diambil dengan presisi agar kita tetap berada di jalur yang benar,” ujar Luhut dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).
Meski demikian, Luhut memastikan ketahanan energi nasional masih berada dalam kondisi relatif aman. Ia menyebutkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas di dalam negeri saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan harga energi global. Sejumlah langkah antisipatif juga disiapkan guna menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta melindungi daya beli masyarakat dari dampak gejolak ekonomi global.
Dalam kesempatan yang sama, Luhut mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan sejumlah arahan strategis kepada jajaran pemerintah. Salah satunya adalah percepatan program swasembada energi guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil secara bertahap.
Presiden juga menekankan pentingnya peningkatan efisiensi melalui digitalisasi sistem pemerintahan. Salah satu langkah yang direncanakan adalah pelaksanaan proyek percontohan penyaluran bantuan sosial secara digital agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran serta meminimalkan potensi kebocoran anggaran.
Selain itu, pemerintah juga didorong mempercepat langkah deregulasi guna menjaga daya saing ekonomi nasional. Penguatan sistem perizinan digital melalui Online Single Submission (OSS) serta implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga iklim investasi tetap kondusif.
Luhut menegaskan bahwa di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, pemerintah harus mampu mengambil keputusan secara cepat dan berbasis data.
“Seluruh jajaran pemerintah harus terus mengantisipasi dinamika global demi menjaga stabilitas ekonomi nasional. Waspada itu perlu, tetapi menjaga optimisme melalui kerja keras dan kekompakan seluruh elemen bangsa itu wajib,” ujar Luhut.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

