CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Peran orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak semakin dibutuhkan, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan penggunaan gadget yang kian masif.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Penggunaan gadget dan permainan digital pada anak dinilai dapat berdampak pada kesehatan mata, terutama jika dilihat dari kebiasaan membaca, jarak pandang, serta durasi penggunaannya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi, Fitriani Manan, menegaskan bahwa paparan sinar dari gadget berpengaruh besar terhadap kesehatan mata anak. Menurutnya, anak-anak dan remaja kerap mengabaikan jarak pandang dan lamanya penggunaan gadget saat bermain.
“Jika tidak diingatkan, mereka terlalu asyik dengan gadget dan tidak menghiraukan apa pun,” ujar Fitriani Manan saat Gebyar Pemeriksaan Ketajaman Mata Anak di Aula B, Senin (15/12/2025).
Fitriani mengungkapkan, kegiatan pemeriksaan mata tersebut terlaksana berkat kerja sama dengan Lions Club dan Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat. Pemeriksaan dilakukan terhadap lebih dari 1.000 orang yang dibagi dalam lima hari pelaksanaan.
Khusus di Aula B, pemeriksaan diikuti sekitar 310 orang, terdiri dari 150 kader dan 160 siswa SMA. Sementara itu, pemeriksaan lainnya dilaksanakan di Rumah Sakit Cibabat sebanyak 258 orang, Rumah Sakit Dustira 99 orang, serta Optik Raya sebanyak 443 orang, sehingga total peserta mencapai 1.110 orang.
“Saat ini masih tahap skrining untuk seluruh masyarakat dan anak-anak,” jelasnya.
Fitriani berharap kegiatan pemeriksaan mata ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Ia menjelaskan, program tersebut merupakan inisiatif Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat yang bekerja sama dengan Lions Club dan telah dilaksanakan di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
“Untuk Kota Cimahi dialokasikan 1.000 peserta, namun bisa lebih,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Kota Cimahi juga menggandeng Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN). Fitriani menjelaskan, gangguan ketajaman penglihatan atau visus dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, pola hidup tidak sehat, kebiasaan membaca dengan pencahayaan kurang, jarak terlalu dekat, serta penggunaan gadget yang berlebihan.
“Banyak faktor yang memengaruhi, termasuk sering bermain gadget,” ujarnya.
Bagi masyarakat kurang mampu, layanan kesehatan mata telah terjamin melalui Universal Health Coverage (UHC) dan dapat diakses melalui BPJS Kesehatan.
Sementara untuk mencegah gangguan mata sejak dini, Fitriani juga menyarankan konsumsi makanan yang mengandung vitamin, khususnya vitamin A.
Di sisi lain, Ketua Daerah Lions Club Wilayah I sekaligus Ketua Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Jawa Barat, Dewi Kulsum, menyampaikan bahwa pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis merupakan program rutin tahunan Lions Club.
“Lions Club bekerja sama dengan Optik Seis dan PKK Jawa Barat. Program ini dilaksanakan di 27 kabupaten/kota dengan total distribusi sekitar 30.000 kacamata di Jawa Barat,” ujarnya.
Secara nasional, Lions Club menargetkan pembagian sekitar 100.000 kacamata yang diprioritaskan bagi penerima dengan gangguan penglihatan minus 1 hingga minus 6.
Menurut Dewi, kerja sama dengan Pemerintah Kota Cimahi merupakan yang pertama kali dilakukan, meski Lions Club telah lama melaksanakan kegiatan serupa di berbagai daerah di Indonesia.
“Kerja sama dengan Pemkot Cimahi memang baru kali ini, namun kegiatan serupa sudah sering kami lakukan di daerah lain,” pungkasnya (Bzo)