Masyarakat Garut Keluhkan Isi Tabung Gas Yang Didistribusikan Hiswana Migas

GARUT. NyaringIndonesia.com  – Hiswana Migas organisasi satu-satunya rekanan Pertamina yang menyalurkan minyak dan BBM diminta jangan mementingkan bisnis belaka, tapi harus menjamin pemerataan distribusinya juga.

Menurut Sekjen FPPG Pian Sopyandi, sinergitas pemerintah dengan Hiswana Migas memiliki peran strategis. Hiswana Migas memiliki peran penting sebagai pengawal kebijakan migas untuk dapat terdistribusikan secara adil dan merata.

“Hiswana Migas jangan berorientasi bisnis belaka tetapi juga harus memiliki tanggung jawab sosial karena memiliki peran penting dalam mengelola energi yang berkaitan dengan hajat hidup banyak orang,” tegas Pian.

Hal serupa juga disampaikan Humas FPPG, Ujang, Hiswana Migas DPC GARUT harus mampu menjamin mutu dan kualitas dari produk yang di gunakan, semisal tabung gas elpiji yang betul-betul aman dan masih layak di gunakan oleh masyarakat.

BACA JUGA:  Usulan Pembangunan Jalan Bundaran di Cimahi Utara, Kembali di Perjuangkan

” Kami melihat Hiswana migas DPC Garut ini hanya berorientasi bisnis saja. Masyarakat sudah sering mengeluhkan tentang gas elpiji 3 Kg yang segelnya rusak dan kualitas tabung yang mulai usang,” tutur Ujang.

Seperti yang dikatakan salah satu warga yang enggan di sebut namanya, ia menilai isi tabung 3 Kg di wilayah garut ini tidak full. Sebagai masyarakat dirinya mengaku bisa pasrah melihat kebutuhan gas yang tidak memuaskan.

“Malah pernah terjadi kebocoran tabung gas elpiji 3 Kg di Kampung Sangkan Desa Cintarasa, Kecamatan Samarang Kabupaten Garut pada Minggu 16 Oktober 2022 lalu,” ungkapnya.

Saat ingin dimintai tanggapannya melalui seluler, Humas Hiswana migas DPC Garut Evi Hartaz Alvian belum bisa dihubungi.

BERITA TERBARU