Megawati Terancam Kehilangan 18 Laga di Liga Korea, Usulan Pelatih Timnas Korsel Tuai Sorotan

1779801295862

Pelatih timnas Korea menginginkan pemain asing hanya diperbolehkan kembali tampil saat babak playoff hingga final, sehingga klub-klub tetap dapat mengandalkan kekuatan terbaiknya dalam perebutan gelar juara.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

JAKARTA, NYARINGINDONESIA.COM — Karier perdana Megawati Hangestri Pertiwi bersama Suwon Hyundai Hillstate berpotensi menghadapi tantangan besar. Bintang voli Indonesia itu terancam kehilangan belasan pertandingan di Liga Voli Putri Korea musim 2026/2027 menyusul usulan kontroversial yang dilontarkan pelatih tim nasional putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun.

Cha Sang-hyun mengusulkan kepada KOVO agar pemain asing, baik kuota Asia maupun non-Asia, tidak diperbolehkan tampil pada putaran keempat hingga keenam fase reguler Liga Voli Korea.

Menurutnya, kebijakan tersebut diperlukan untuk meningkatkan kesempatan bermain para pemain lokal, khususnya sektor hitter, yang dinilai mengalami penurunan kualitas akibat terlalu bergantung pada kontribusi pemain asing.

“Tidak ada pemain hitter lokal yang benar-benar dominan saat ini. Efektivitas serangan mereka sangat rendah dan itu menjadi tantangan bagi tim nasional,” ujar Cha Sang-hyun seperti dikutip dari media Korea.

Ketergantungan pada Pemain Asing Dinilai Rugikan Timnas

Pelatih berusia 52 tahun itu menilai dominasi pemain asing di kompetisi domestik berdampak langsung terhadap performa tim nasional Korea Selatan. Menurutnya, para pemain lokal kehilangan kesempatan berkembang karena sebagian besar peran sebagai pencetak poin utama dipegang pemain impor.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor menurunnya prestasi timnas voli putri Korea dalam beberapa tahun terakhir, termasuk degradasi dari ajang Volleyball Nations League (VNL).

Cha menginginkan pemain asing hanya diperbolehkan kembali tampil saat babak playoff hingga final, sehingga klub-klub tetap dapat mengandalkan kekuatan terbaiknya dalam perebutan gelar juara.

Megawati Bisa Kehilangan Setengah Musim Reguler

Jika usulan tersebut disetujui, dampaknya akan sangat besar bagi para pemain asing, termasuk Megawati Hangestri.

Liga Voli Korea menggunakan format enam putaran pada fase reguler. Setiap putaran terdiri dari enam pertandingan untuk masing-masing tim, sehingga total terdapat 36 pertandingan sebelum memasuki playoff.

Apabila pemain asing dilarang bermain mulai putaran keempat hingga keenam, maka mereka akan absen dalam 18 pertandingan atau setengah dari total laga fase reguler.

Artinya, Megawati berpotensi kehilangan kesempatan tampil dalam 18 pertandingan bersama Hyundai Hillstate pada musim debutnya di Korea Selatan.

Dinilai Terlalu Radikal

Usulan Cha Sang-hyun memicu perdebatan karena dianggap terlalu ekstrem dan belum pernah diterapkan di kompetisi voli profesional negara lain.

Umumnya, liga-liga voli dunia membatasi jumlah pemain asing dalam satu tim untuk memberi ruang bagi pemain lokal berkembang. Namun, pembatasan jumlah pertandingan bagi pemain asing selama kompetisi berlangsung merupakan kebijakan yang sangat jarang ditemui.

Selain berdampak pada aspek kompetitif, aturan tersebut juga dinilai berpotensi merugikan klub secara finansial. Pasalnya, pemain asing direkrut dengan nilai kontrak yang tidak kecil dan sering menjadi daya tarik utama kompetisi.

Bagi Hyundai Hillstate, absennya Megawati dalam separuh musim reguler tentu dapat memengaruhi target tim untuk lolos ke babak playoff maupun bersaing dalam perebutan gelar juara.

Hingga saat ini, KOVO belum memberikan tanggapan resmi terkait usulan tersebut. Namun jika benar-benar diterapkan, kebijakan itu bukan hanya akan mengubah wajah Liga Voli Korea, tetapi juga dapat berdampak besar terhadap perjalanan Megawati Hangestri dan para pemain asing lainnya pada musim 2026/2027.