CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Tingginya minat masyarakat terhadap program Mudik Gratis 2026 membuat Pemerintah Kota Cimahi harus melakukan penyaringan peserta secara ketat. Jumlah pendaftar yang masuk diketahui jauh melampaui kapasitas yang telah ditetapkan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Program yang diselenggarakan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi ini sebelumnya membuka pendaftaran secara daring pada 19 hingga 28 Februari 2026 dengan kuota sebanyak 720 orang. Namun hingga penutupan pendaftaran, peminat tercatat mencapai sekitar 1.000 orang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, menyampaikan bahwa tingginya jumlah pendaftar membuat pihaknya perlu melakukan tahapan pemeriksaan data dan seleksi agar peserta yang diberangkatkan benar-benar memenuhi ketentuan program.
Proses pengecekan berkas tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai 9 sampai 11 Maret 2026.
Menurut Endang, pemeriksaan dokumen menjadi tahap awal untuk memastikan bahwa calon peserta merupakan warga yang berhak mengikuti program tersebut.
“Salah satu syarat utama adalah memiliki KTP dan Kartu Keluarga yang tercatat sebagai warga Kota Cimahi,” ujar Endang saat ditemui di kantornya, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa fasilitas mudik gratis tersebut memang diprioritaskan bagi penduduk Kota Cimahi. Dalam proses pendaftaran, pihaknya menemukan beberapa pendaftar yang ternyata berdomisili di luar wilayah Cimahi sehingga tidak dapat diloloskan.
” Selain kelengkapan administrasi, tujuan perjalanan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan peserta yang berhak berangkat.” jelasnya.
Dishub Cimahi menyiapkan rute perjalanan menuju sejumlah daerah di Jawa Tengah yang memiliki jarak tempuh cukup jauh.
Untuk jalur selatan, bus akan menuju Solo dengan melewati Yogyakarta. Sementara jalur utara akan mengarah ke Semarang melalui Cirebon.
Endang menuturkan bahwa calon peserta dengan tujuan mudik yang memiliki jarak perjalanan lebih jauh akan menjadi prioritas dalam seleksi.
“Untuk wilayah Jawa Barat tetap kita pertimbangkan, tetapi porsinya disesuaikan,” katanya.
Di samping itu, kondisi ekonomi masyarakat juga menjadi salah satu faktor dalam proses penyaringan peserta.
Dishub lebih mengutamakan warga yang diperkirakan akan pulang kampung menggunakan sepeda motor apabila tidak mengikuti program tersebut.
“Kami memprioritaskan masyarakat yang biasanya mudik menggunakan kendaraan roda dua karena risikonya cukup tinggi, terutama untuk perjalanan jarak jauh,.” terangnya.
Setelah tahap verifikasi selesai, para calon peserta yang dinyatakan lolos akan diminta melakukan pendaftaran ulang. Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa mereka benar-benar siap mengikuti keberangkatan pada hari pelaksanaan.
Endang mengatakan, pada penyelenggaraan mudik gratis di tahun-tahun sebelumnya sering ditemukan peserta yang sudah terdaftar namun akhirnya tidak jadi berangkat.
Beberapa di antaranya batal karena izin cuti belum disetujui, sementara yang lain memilih mudik bersama keluarga atau melalui fasilitas dari tempat kerja.
“Untuk menghindari kursi kosong pada hari keberangkatan, kami akan menggantinya dengan peserta lain yang sebelumnya masuk dalam daftar cadangan.” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian bagi calon pemudik yang sudah lanjut usia maupun penyandang disabilitas.
” Khusus bagi peserta disabilitas, kami menetapkan ketentuan agar mereka didampingi oleh anggota keluarga selama perjalanan berlangsung.” lanjutnya.
Pendamping tersebut diharapkan dapat membantu serta bertanggung jawab terhadap kebutuhan peserta selama mengikuti perjalanan mudik.
Adapun keberangkatan program Mudik Gratis Pemkot Cimahi tahun ini direncanakan berlangsung pada Rabu, 18 Maret 2026, atau sehari setelah cuti bersama dimulai.
“Para peserta akan kami iberangkatkan dari kawasan perkantoran Pemerintah Kota Cimahi dan bakal dilepas secara resmi oleh Wali Kota Cimahi bersama unsur Forkopimda.” pungkasnya. (Bzo).

