Menkes Budi Gunadi Sadikin Anjurkan 3 Langkah Penting untuk Atasi Kekurangan Gizi pada Anak

Budi Gunadi Sadikin
ilustrasi Anak Sehat

JAKARTA, Nyaringindonesia.com – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memberikan anjuran untuk mengatasi kekurangan gizi pada anak-anak di Indonesia.

Anjuran ini disampaikan dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional ke-64 di Kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada Minggu (28/1/2024).

Menkes Budi menggarisbawahi tiga langkah penting yang harus diambil oleh kader kesehatan di Posyandu, yang dianggap sebagai garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

1. Penimbangan dan Pengukuran Setiap Bulan: Menkes mendorong kader kesehatan untuk rutin melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan setiap bulan di Posyandu.

Jika berat dan tinggi badan tidak naik, anak segera dirujuk ke dokter di puskesmas untuk mengetahui masalah yang mungkin ada.

2. Rujukan ke Dokter di Puskesmas: Jika hasil penimbangan dan pengukuran menunjukkan bahwa berat dan tinggi badan anak tidak naik sebagaimana mestinya, kader kesehatan di Posyandu harus segera merujuk anak tersebut ke dokter di puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut.

3. Pemberian Makanan Pendamping ASI Kaya Protein Hewani: Anak-anak yang mengalami masalah gizi disarankan untuk diberikan makanan pendamping ASI kaya protein hewani.

Makanan ini bisa mencakup telur, ikan, daging, atau sumber protein hewani lainnya. Protein hewani mengandung mikronutrien penting yang mendukung perkembangan otak balita.

Menkes Budi menyampaikan, “Makanannya boleh apa saja, yang penting ada protein hewani bisa telur, ikan, daging, supaya gizinya tidak kurang, supaya anaknya pintar, anaknya sehat.”

MP-ASI Kaya Protein Hewani untuk Cegah Stunting:

Peringatan Hari Gizi Nasional 2024 mengangkat tema “MP-ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting” dengan slogan ‘MP-ASI Berkualitas untuk Generasi Emas’.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, menambahkan bahwa pemberian protein hewani pada makanan pendamping ASI harus memadai, terutama saat anak berusia 6 bulan di mana kebutuhan nutrisinya tidak dapat dicukupi hanya dari ASI.

“Kemenkes sudah mengeluarkan banyak pedoman, banyak resep, dan tips-tips yang bisa diakses di ayosehat.kemkes.go.id,” tambah Dirjen Endang.

Asupan protein hewani sebaiknya diberikan tidak hanya pada makanan berat, tetapi juga pada makanan ringan untuk memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi.

Dengan asupan gizi yang memadai, diharapkan Indonesia dapat memiliki generasi penerus yang sehat dan cerdas.

Editor : Fauzi Eka Suryana

# # # #

Berita Utama

Scroll to Top