Meski Tanpa Emas Hapkido Cimahi Tembus Porprov

Hapkindo Kota Cimahi
Trim Hapkido Kota Cimahi

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Meski terus menunjukkan perkembangan, cabang olahraga Hapkido di Kota Cimahi masih dihadapkan pada sejumlah hambatan, terutama sumber saya manusia yang berpengaruh pada keterlambatan regenerasi atlet.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ketua Hapkido Kota Cimahi, Kemal Supriyatna Yosep, menjelaskan bahwa jumlah atlet Hapkido masih belum sebanyak cabang bela diri lain seperti karate atau taekwondo. Hal tersebut disebabkan Hapkido tergolong sebagai olahraga yang relatif baru, dengan dukungan sarana dan SDM yang masih terbatas di Cimahi.

“Ketersediaan atlet memang belum banyak jika dibandingkan bela diri lain. Selain itu, jumlah perguruan Hapkido di Cimahi juga masih sedikit,” ujarnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya pelatih yang telah memiliki sertifikasi kepelatihan.

“Pelatih bersertifikat masih sangat terbatas. Ini menjadi tantangan utama dalam pengembangan Hapkido di Cimahi,” tambah Kemal.

Dari sisi animo masyarakat, Hapkido juga belum sepopuler cabang bela diri lainnya, khususnya di kalangan usia sekolah dasar.

“Minat masyarakat masih kalah dibanding karate atau taekwondo. Bahkan, beberapa atlet kami justru berasal dari cabang bela diri lain yang kemudian beralih ke Hapkido,” katanya.

Meski demikian, Kemal menilai perpindahan atlet tersebut justru membawa dampak positif.

“Atlet yang pindah dan fokus menekuni Hapkido terbukti mampu menunjukkan prestasi,” ujarnya.

Saat ini, Hapkido Cimahi menjalankan program latihan rutin di dua lokasi, yakni Segar Gym di Jalan Kolonel Masturi dan Cimol Cimahi lantai 3.

Menjelang Porprov Jawa Barat 2026, Kemal mengungkapkan bahwa pihaknya sempat memasang target tiga medali emas pada babak kualifikasi, namun target tersebut belum berhasil diraih.

“Target kami saat kualifikasi adalah tiga emas, dua dari nomor seni putra dan putri serta satu dari seni tarung. Walau belum tercapai, kami akan meningkatkan persiapan agar target emas bisa direalisasikan di Porprov nanti,” tegasnya.

Sementara itu, Bendahara Hapkido Cimahi, Tresna Nur Ramdhani, menanggapi wacana efisiensi anggaran yang berpotensi diterapkan pada 2026. Ia menyebutkan bahwa kabar terkait rasionalisasi anggaran KONI memang telah beredar.

“Untuk teknis kebijakan, kami belum menerima informasi detail. Kami mengikuti keputusan yang akan ditetapkan KONI Cimahi,” ujarnya.

Tresna mengakui bahwa apabila kebijakan efisiensi anggaran benar-benar diterapkan, hal tersebut akan berdampak pada kesiapan tim.

“Dampaknya pasti terasa, terutama pada program latihan, pengadaan perlengkapan, dan persiapan atlet,” jelasnya.

Meski demikian, ia tetap optimistis dan berharap adanya dukungan dari pihak lain di luar KONI.

“Kami berharap tidak hanya bergantung pada KONI. Mudah-mudahan bisa mendapatkan dukungan sponsor, baik secara mandiri maupun melalui fasilitasi KONI, seperti skema anak angkat,” katanya.

Tresna menambahkan, Hapkido Cimahi saat ini masuk dalam kategori Grade A di KONI, salah satunya karena memiliki dua atlet yang pernah tampil di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Dengan hasil kualifikasi kemarin, semoga kepercayaan KONI terhadap kami semakin meningkat dan dukungan anggaran ke depan tidak menghambat langkah kami di Porprov Jawa Barat 2026,” pungkasnya.

Sebelumnya, Hapkido Kota Cimahi berhasil mengamankan tiket ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 setelah mencatatkan hasil positif pada babak kualifikasi. Dalam ajang tersebut, Cimahi menurunkan 12 atlet putra dan putri.

Babak kualifikasi Porprov Jawa Barat 2026 berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 13–14 Desember 2025, di Pondok Gede, Kota Bekasi. Kegiatan ini diikuti oleh 16 kabupaten/kota se-Jawa Barat dengan total 185 atlet.

Kemal menyebutkan, para atlet Cimahi bertanding di berbagai nomor, baik seni maupun tarung, termasuk kelas Daeryun 58 kilogram dan 59 kilogram.

“Dari 12 atlet yang kami turunkan, kami berhasil meraih delapan medali, terdiri dari tiga perak dan lima perunggu dari nomor individu, seni, dan tarung,” ujarnya.

Walaupun belum mampu mempersembahkan medali emas, hasil tersebut sudah cukup untuk mengantarkan Hapkido Cimahi melaju ke Porprov Jawa Barat 2026.

“Sebanyak 10 atlet Cimahi dinyatakan lolos ke Porprov 2026,” tutup Kemal. (Bzo)

 

Berita Utama