Egi Marco, Ada Mimpi Besar untuk Daerah
CIMAHI, NYARINGINDONESIA.COM – Egi Marco, sosok yang selama ini dikenal sebagai pembawa acara atau Master of Ceremony (MC), memiliki pandangan bahwa kemampuan berbicara di depan publik bukan sekadar profesi, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah asalnya.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Di balik aktivitasnya memandu berbagai kegiatan, Egi menyimpan keinginan untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Ia ingin pengalaman, kemampuan komunikasi, serta jejaring yang dimilikinya dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bagi Egi, menjadi MC bukan hanya tentang bagaimana membuat sebuah acara berjalan dengan baik. Lebih dari itu, profesi tersebut mengajarkannya untuk memahami karakter masyarakat, membangun komunikasi dengan berbagai kalangan, sekaligus menyampaikan pesan secara positif kepada publik.
“Menurut saya, setiap orang memiliki cara masing-masing untuk berkontribusi. Saya memilih untuk menggunakan kemampuan yang saya miliki, terutama dalam komunikasi dan public speaking, untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi daerah,” ujarnya. Sabtu (08/08/2026)
Keinginan tersebut muncul dari kepeduliannya terhadap perkembangan daerah Kota Cimahi khususnya. Ia menilai banyak potensi lokal yang sebenarnya dapat dikembangkan, mulai dari sumber daya manusia, pelaku UMKM, komunitas kreatif, seni dan budaya, hingga potensi pariwisata.
Karena itu, ia ingin terlibat dalam berbagai kegiatan yang dapat memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurutnya, daerah tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan generasi yang mau bergerak, berkarya, serta ikut mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki.
“Daerah ini memiliki banyak potensi dan orang-orang hebat. Tinggal bagaimana kita ikut mengambil peran untuk memperkenalkannya dan membuatnya semakin berkembang,” kata Egi
Ia pun berharap ke depan dapat terlibat lebih banyak dalam kegiatan sosial, kepemudaan, kebudayaan, ekonomi kreatif maupun agenda pembangunan daerah.
Baginya, popularitas maupun pengalaman yang diperoleh dari dunia MC bukanlah tujuan akhir. Justru, semua pengalaman tersebut diharapkan bisa menjadi modal untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
Dia juga mengajak anak muda di daerah agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Menurutnya, kontribusi tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar.
Hal sederhana seperti mengembangkan kemampuan, membangun komunitas, mempromosikan potensi daerah melalui media sosial hingga terlibat dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari bentuk pengabdian.
“Saya ingin terus berkembang, tetapi di saat yang sama saya juga ingin apa yang saya lakukan bisa memberikan manfaat untuk daerah. Kalau kita punya kemampuan, jangan hanya digunakan untuk diri sendiri,” tutur Egi.
Dengan semangat tersebut, Egi berharap perjalanan kariernya sebagai MC dapat menjadi pintu untuk pengabdian yang lebih luas.
Dari panggung tempat ia berdiri, ia ingin membawa suara tentang potensi daerah, memperkenalkan karya masyarakat lokal, sekaligus menjadi bagian dari generasi yang ikut mendorong daerahnya agar semakin dikenal dan berkembang. (Gils)

