Miris, Acara Hajatan di Campaka Purwakarta Jadi Petaka

1775386245625

Pemilik hajat di Purwakarta jadi korban penganiyaan 

Purwakarta, NyaringIndonesia.com — Keributan yang terjadi di lokasi hajatan di Kampung Cikadu, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, berujung tragis. Seorang warga yang juga pemangku hajat, Dadang (57), dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah orang, Sabtu (4/4/2026) sore.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di lokasi acara hiburan organ tunggal yang digelar korban di kediamannya. Berdasarkan keterangan saksi, keributan bermula saat sekelompok orang datang ke acara dalam kondisi diduga mabuk.

Menurut saksi, sekitar pukul 14.00 WIB, pelaku bersama kurang lebih 10 rekannya tiba di lokasi hajatan. Tidak lama kemudian, salah satu pelaku mendatangi korban dan meminta uang tambahan untuk membeli minuman keras.

Korban sempat memberikan uang sebesar Rp100 ribu. Namun, beberapa saat kemudian pelaku kembali meminta uang sebesar Rp500 ribu. Permintaan tersebut ditolak oleh korban, yang kemudian keluar dari tenda acara.

Penolakan tersebut diduga memicu keributan di dalam tenda, di mana sejumlah rekan pelaku membuat kerusuhan terhadap pemain organ tunggal. Tiga orang pelaku kemudian mengikuti korban ke luar tenda dan melakukan pemukulan menggunakan potongan bambu yang mengenai bagian punggung dan kepala korban.

Akibat penganiayaan tersebut, korban terjatuh sekitar pukul 15.30 WIB dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Setelah kejadian, para pelaku langsung melarikan diri.

Jenazah korban saat ini berada di Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta untuk menjalani proses autopsi sebelum dimakamkan di rumah duka di wilayah Kecamatan Pleret, Kabupaten Purwakarta.

Sementara itu, salah satu pelaku yang diketahui bernama Kendi Renaldi (34) telah menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Aparat dari Polres Purwakarta masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Pihak kepolisian menduga keributan terjadi akibat korban menolak memberikan uang kepada pelaku yang ingin membeli minuman keras, sementara para pelaku diduga berada dalam kondisi mabuk saat kejadian berlangsung. (Apit)