Nama Jalan Baru, Penghormatan untuk Tokoh Cimahi

Nama jalan baru

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Langkah Pemerintah Kota Cimahi mengganti dua nama jalan bukan sekadar perubahan administratif, tetapi menjadi penegasan atas jejak sejarah yang membentuk identitas Cimahi hingga hari ini.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dua nama yang kini diabadikan, yakni Soedama Tresna Manggala dan Dann Sugandha, merepresentasikan fase penting dalam perjalanan Cimahi menuju status kota otonom. Keduanya adalah figur yang berada di garis depan saat gagasan kemandirian daerah diperjuangkan hingga terwujud sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1998 tentang Pemerintahan Daerah.

Penggantian nama jalan ini sekaligus menjadi ruang pengingat publik bahwa kemajuan kota lahir dari proses panjang dan kontribusi banyak pihak. Bagi sebagian warga, nama jalan bukan hanya penunjuk arah, tetapi juga penanda sejarah.

Pemangku Adat Sunda dan Priangan, Bah Alam menilai keputusan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh yang tidak hanya berkiprah dalam birokrasi, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat.

” Saya mengenang Soedama sebagai pemimpin yang terbuka terhadap keberagaman budaya dan pembangunan.” ujar Bah Alam saat ditemui. Rabu (18/02/26).

Di sisi keluarga, pengabadian nama itu dimaknai sebagai amanah moral. Nabil, cucu Soedama, menyebut keputusan tersebut bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai yang diwariskan sang kakek.

” Kami mengapresiasi langkah Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan jajaran pemerintah daerah yang telah memberi ruang bagi sejarah lokal untuk tetap hidup di tengah perkembangan kota.” katanya.

Menurutnya, perubahan nama jalan ini bukan hanya tentang papan nama baru, tetapi tentang merawat ingatan kolektif.

” Kami menilai langkah ini sebagai upaya memperkuat jati diri Cimahi sebagai kota yang tumbuh dari perjuangan warganya sendiri.” pungkasnya. (Bzo)