Nasib Driver Taksi Green SM Usai Konten Rieke Dyah Pitaloka

1777856867556
Sejumlah pengemudi mengaku menghadapi tindakan tidak menyenangkan dari pengguna jalan lain, mulai dari gestur tidak pantas, tatapan merendahkan, hingga aksi meludah ke arah kendaraan

CIBINONG, NYARINGINDONESIA.COM —
Pasca insiden kecelakaan kereta antara KA Argobromo dan KRL Commuter Line tujuan Cikarang yang menewaskan sedikitnya 17 orang, muncul polemik baru yang turut menyeret para pengemudi taksi Green SM.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Hal ini dipicu oleh konten yang dibuat oleh anggota DPR RI, Rieke Dyah Pitaloka, di platform YouTube dan media sosial lainnya.

Konten tersebut menyoroti dugaan keterlibatan armada taksi Green SM, yang kemudian memicu reaksi beragam di masyarakat. Imbasnya, para pengemudi mengaku mengalami penurunan jumlah penumpang secara signifikan.

Salah seorang sopir yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa masih ada pelanggan yang menggunakan jasa mereka, meski jumlahnya tidak sebanyak sebelumnya.

” Kalau order masih ada, terutama mereka yang tidak termakan sentimen konten anggota dewan itu,” ungkapnya penuh sesak.

Namun kondisi di lapangan disebut jauh lebih memprihatinkan. Sejumlah pengemudi mengaku menghadapi tindakan tidak menyenangkan dari pengguna jalan lain, mulai dari gestur tidak pantas, tatapan merendahkan, hingga aksi meludah ke arah kendaraan.

Bahkan, ada pula yang sengaja melakukan manuver berbahaya untuk memancing keributan.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan terulangnya konflik serupa yang pernah terjadi pada 2016, ketika ketegangan antara taksi konvensional dan transportasi online berujung pada aksi demonstrasi dan intimidasi.

Sebagai langkah antisipasi, sejumlah pengemudi Green SM berencana mengambil jalur hukum.

Mereka mempertimbangkan untuk melaporkan Rieke Dyah Pitaloka ke Polda Metro Jaya dengan dugaan konten yang dianggap memicu keresahan. (Ridwan)