Dari Kiri Analis Keuangan Negara Ahli Madya Bidang Tugas Pembiyaan dan Risiko Keuangan, Singgih Gunarsa, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat hadiri Sosialisasi dan Edukasi Literasi Pembiayaan APBN di Aula Gedung A
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
CIMAHI, NyaringIndionesia.com – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki pemerintah, tetapi juga oleh tingkat pemahaman masyarakat mengenai bagaimana anggaran tersebut dihimpun, dikelola, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ngatiyana saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Literasi Pembiayaan APBN di Aula Gedung A, Kota Cimahi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi keuangan, memperkuat pemahaman fiskal, serta membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia menjelaskan bahwa selama ini APBN kerap dipandang hanya sebagai dokumen yang berisi angka-angka. Padahal, APBN merupakan instrumen penting yang berfungsi melindungi masyarakat sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan nasional.
“Melalui APBN, pemerintah membiayai berbagai sektor strategis, mulai dari penyediaan pendidikan yang berkualitas, pembangunan rumah sakit dan puskesmas, program perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur untuk mendukung aktivitas ekonomi, hingga memperkuat ketahanan nasional.” jelas Ngatiyana.
Ngatiyana juga menyampaikan bahwa di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, seperti fluktuasi nilai tukar, tekanan inflasi, dan perlambatan ekonomi di berbagai negara, fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari kebijakan fiskal yang cermat, pengelolaan utang negara yang hati-hati, koordinasi yang kuat antara pemerintah dan berbagai otoritas terkait, serta dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk memahami bahwa utang negara yang dikelola secara sehat dan dimanfaatkan untuk kegiatan produktif merupakan salah satu instrumen pembiayaan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana juga menyoroti inovasi pemerintah dalam pembiayaan pembangunan melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel. Menurutnya, instrumen tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung dalam membiayai pembangunan nasional.
“Salah satu instrumen yang saat ini ditawarkan pemerintah adalah Obligasi Negara Ritel seri ORI030. kami menilai ORI030 merupakan pilihan investasi yang menarik karena menawarkan imbal hasil yang kompetitif serta dijamin sepenuhnya oleh negara, baik pokok investasi maupun kuponnya, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.” tambahnya.
“Melalui investasi di ORI030, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat finansial, tetapi juga ikut berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Inilah wujud nyata semangat gotong royong dalam pembangunan nasional.” sambungnya.
Ngatiyana berharap seluruh perangkat daerah dapat memanfaatkan kegiatan sosialisasi tersebut untuk menggali informasi secara langsung dari para narasumber Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR). Ia mendorong peserta untuk aktif bertanya dan berdiskusi agar semakin memahami mekanisme APBN serta pengelolaan pembiayaan pembangunan yang profesional dan bertanggung jawab.
” Untuk itu, kami mengajak seluruh peserta menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan informasi yang benar mengenai pentingnya literasi keuangan, investasi yang bijak, serta pemahaman yang tepat tentang pengelolaan utang negara yang produktif, aman, dan bermanfaat.” ajaknya.
Di akhir pernyataanya, Ngatiyana mengajak masyarakat mempertimbangkan ORI030 sebagai salah satu alternatif investasi yang aman dan bermanfaat. Menurutnya, dengan berinvestasi pada ORI030, masyarakat tidak hanya mempersiapkan masa depan finansial keluarga, tetapi juga berperan sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional.
” Kami berharap Kota Cimahi dapat menjadi daerah yang masyarakatnya semakin cerdas secara finansial, bijak dalam berinvestasi, serta aktif berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, kuat, dan sejahtera.” pungkasnya. (Bzo)

