Ogoh – Ogoh Cimahi, Tradisi Hidup Perekat Keberagaman

Ogoh - ogoh

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Pawai ogoh-ogoh di Cimahi menghadirkan lebih dari sekadar ritual tahunan dalam rangka Hari Suci Nyepi. Di balik arak-arakan patung raksasa itu, tersimpan gambaran nyata tentang budaya yang terus bergerak dan berkembang di tengah masyarakat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Tradisi ogoh-ogoh kini dapat dibaca sebagai representasi budaya yang hidup, tak statis, melainkan terus beradaptasi dengan zaman. Kreativitas warga terlihat dari ragam bentuk dan tema ogoh-ogoh yang ditampilkan, mencerminkan perpaduan nilai tradisional dengan sentuhan modern.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menilai dinamika ini menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar warisan yang dijaga, tetapi juga ruang ekspresi yang terus diperbarui oleh generasi masa kini.

” Pawai budaya ogoh – ogoh ini menjadi bukti bahwa tradisi tetap relevan ketika mampu bertransformasi tanpa kehilangan makna dasarnya.” ujar Ngatiyana saat Pawai Budaya Ogoh – Ogoh di Cimahi. Selasa (17/03/26).

Menurutnya, dalam konteks ini, ogoh-ogoh tak hanya dimaknai sebagai simbol penetral energi negatif, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya. Pesan-pesan moral, kritik sosial, hingga refleksi kehidupan kerap tersirat dalam visualisasi yang ditampilkan.

” Keterlibatan masyarakat lintas latar belakang dalam pawai ini memperlihatkan bagaimana budaya dapat menjadi titik temu.” tandasnya.

Ngatiyana menilai, Interaksi yang terbangun sepanjang kegiatan memperkuat peran tradisi sebagai perekat sosial di tengah keberagaman.

” Karena itu, pawai ogoh-ogoh ini bukan hanya perayaan, melainkan cerminan kehidupan budaya yang terus tumbuh, hidup, inklusif, dan relevan dengan realitas masyarakat saat ini.” tutupnya. (Bzo)