Optimalkan Fasilitas, Pemerintah Kejar Nol Sampah

Sampah

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Secara nasional, volume sampah yang dihasilkan saat ini telah mencapai lebih dari 140.000 ton per hari. Namun, dari jumlah tersebut, pemerintah kabupaten dan kota baru mampu mengelola sekitar 25 persen atau sekitar 35.000 ton per hari. Artinya, sebagian besar sampah lainnya masih belum tertangani secara optimal.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah tengah mengupayakan berbagai solusi guna mengoptimalkan fasilitas yang ada serta meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah di seluruh daerah.

Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Agus Rusly, menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan arah kebijakan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Dalam dokumen tersebut, pemerintah menargetkan pada 2029 seluruh sampah dapat terkelola atau mencapai 100 persen pengendalian.

“Seperti yang disampaikan Pak Wali, minimal 50 persen sampah yang kita hasilkan di rumah tangga berupa sampah organik. Ini yang harus kita selesaikan dari sumbernya,” ujar Agus pada media usai HPSN di Kampung Cireundeu, Cimahi Selatan. Sabtu (21/02/26).

Ia menjelaskan, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, pupuk organik cair, maupun dibudidayakan menjadi maggot. Langkah tersebut dinilai mampu mengurangi volume sampah hingga 50 persen.

“Dengan demikian, apabila suatu kota menghasilkan 250 ton sampah per hari, maka sekitar 120 ton lebih dapat ditekan melalui pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga dan komunitas.” jelasnya.

Sementara itu, untuk sampah anorganik, pemerintah mendorong penguatan ekosistem yang sudah berjalan, seperti bank sampah, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta berbagai inisiatif daur ulang yang telah dimiliki sejumlah daerah, termasuk Kota Cimahi.

“Selain itu, strategi lain yang bisa kita itempuh adalah mengaktifkan kembali fasilitas pengelolaan sampah yang tidak beroperasi serta membangun sarana dan prasarana baru di kabupaten dan kota yang masih kekurangan infrastruktur.” tambahnya.

Upaya tersebut selaras dengan program Presiden dalam Gerakan Indonesia Asri, Aman, Sehat, Resik, dan Indah, yang menargetkan 100 persen sampah terkelola dengan baik pada 2029.

” Kami berharap sinergi antara pusat dan daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Indonesia.” pungkasnya. (Bzo)