ORI030 Dorong Investasi Aman Dukung Pembangunan Nasional Berkelanjutan

IMG 20260716 172209
Dari kiri, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana bersama Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Singgih Gunarsa di acara sosialisasi dan edukasi literasi pembiyaan APBN dan ORI030 di Aula Gedung 

 

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Surat Berharga Negara (SBN) Ritel menjadi salah satu instrumen investasi yang dinilai mampu memberikan keuntungan sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikan Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Singgih Gunarsa dalam sosialisasi dan edukasi literasi pembiyaan APBN di Aula Gedung A pada Kamis (16/07/26).

Menurut Singgih, masyarakat tidak hanya memperoleh imbal hasil yang kompetitif ketika berinvestasi pada SBN Ritel, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mendanai berbagai program pembangunan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

” Selain menawarkan potensi keuntungan, instrumen tersebut juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi karena dijamin oleh pemerintah.” Kata Singgih media.

Saat ini, ungkap Singgih, pemerintah tengah memasarkan Obligasi Negara Ritel (ORI) Seri ORI030 yang tersedia dalam dua pilihan jangka waktu.

” Seri ORI030-T3 memiliki tenor tiga tahun dengan kupon tetap sebesar 6,90 persen, sedangkan ORI030-T6 menawarkan tenor enam tahun dengan kupon tetap mencapai 7,00 persen.” terang Singgih.

Lebih lanjut Singgih menegaskan, ORI030 merupakan alternatif investasi yang menarik bagi masyarakat. Selain memberikan kupon yang kompetitif, instrumen ini juga dijamin oleh negara sehingga relatif aman.

” Kami berharap masyarakat, khususnya di Kota Cimahi dan wilayah sekitarnya, semakin antusias berinvestasi melalui ORI030. Dengan membeli ORI030, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat investasi, tetapi juga turut mendukung pembiayaan pembangunan nasional,” ujar Singgih.

Singgih menambahkan, penerbitan ORI030 merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN. Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi defisit anggaran yang masih berada pada kisaran 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah batas maksimal defisit sebesar tiga persen sesuai ketentuan fiskal, sehingga kondisi keuangan negara dinilai tetap terkendali.” tambah Singgih.

Singgih juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan pengelolaan utang pemerintah. Menurutnya, utang negara tetap berada pada level yang aman karena dikelola secara disiplin, terukur, dan penuh kehati-hatian.

” Dana hasil penerbitan ORI dimanfaatkan untuk membiayai berbagai program prioritas pemerintah yang manfaatnya akan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.” tandas Singgih.

Selain pemaparan mengenai ORI030, kegiatan tersebut turut menghadirkan materi edukasi mengenai pentingnya meningkatkan literasi keuangan, cara menyusun strategi investasi yang sehat, pemahaman mengenai karakteristik SBN Ritel, hingga tahapan pembelian ORI030 yang disamapaikan Analis Keuangan Negara Ahli Muda Direktorat Surat Utang Negara, Bahal A. Pranata. (Bzo)