Petugas Damkar Kota Cimahi saat melakukan proses pendinginan di sebuah pabrik tahu yang terbakar milik Alfian di Jalan Sangkuriang Barat Dalam II Nomor 29, RT 04/RW 20, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi,
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Sebuah pabrik tahu milik Alfian di Jalan Sangkuriang Barat Dalam II Nomor 29, RT 04/RW 20, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, terbakar pada Kamis (30/7/2026) dini hari.
Tak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta, terdiri dari kerugian bangunan sekitar Rp300 juta dan kerugian barang serta isi pabrik sekitar Rp500 juta.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi menerima laporan pada pukul 04.58 WIB dan tiba di lokasi pukul 05.10 WIB dengan waktu tanggap (response time) selama 12 menit. Sebanyak lima unit mobil pemadam, satu unit rescue, dan 12 personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman, pendinginan, pengecekan, serta pendataan. Penanganan di lokasi dinyatakan selesai pada pukul 07.30 WIB.
Komandan Regu Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi, Indrahadi, mengatakan petugas bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat untuk mencegah api meluas ke bangunan di sekitar lokasi.
“Usai menerima laporan, kami langsung mengerahkan lima unit pemadam, satu unit rescue, dan 12 personel ke lokasi. Petugas segera melakukan pemadaman, dilanjutkan dengan pendinginan serta pengecekan agar tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.” kata Indrahadi lewat saluran telfon. Kamis (30/07/26).
Berdasarkan hasil pendataan sementara, objek yang terbakar merupakan pabrik tahu dengan luas keseluruhan sekitar 170 meter persegi, sementara area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 160 meter persegi.
Dugaan sementara, api berasal dari percikan tungku yang digunakan saat proses memasak bahan baku tahu. Peristiwa tersebut juga dikategorikan terjadi akibat kelalaian.
Indrahadi menjelaskan, berdasarkan informasi di lokasi, kebakaran bermula sekitar pukul 04.10 WIB ketika pekerja sedang memasak bahan baku tahu. Tiba-tiba api muncul pada bagian atap bangunan. Pekerja bersama warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun kobaran api terus membesar sehingga petugas pemadam kebakaran dihubungi.
“Beruntung tak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Sebanyak 15 jiwa berhasil diselamatkan. Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha yang menggunakan tungku atau sumber api, agar selalu memastikan proses produksi diawasi dan tersedia peralatan pemadam api sebagai langkah antisipasi.” jelas Indrahadi.
Disampaikan Indrahadi, pada saat proses penanganan sempat terkendala kondisi akses menuju lokasi yang berkelok dan sangat sempit dengan jarak sekitar 350 meter dari jalan utama. Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan api sehingga tidak merambat ke bangunan lain.
” Setelah proses pemadaman selesai, petugas kami melanjutkan pendataan serta memberikan sosialisasi pada pemilik dan warga mengenai upaya pencegahan kebakaran.” pungkas Indrahadi. (Bzo)

