Paket MBG Diduga Sebabkan Keracunan Massal Siswa Cimahi

MBG

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Puluhan pelajar dan tenaga pendidik di SDN Cimahi Mandiri 4 diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pihak sekolah pada Rabu pagi, (25 /02/26).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Menu yang diterima berupa onigiri dan telur rebus. Pembagian paket tersebut berlangsung saat kegiatan belajar mengajar di bulan Ramadan tengah berjalan.

Kepala SDN Cimahi Mandiri 4, Eka Nugrahawati, menuturkan bahwa sejak awal ia telah mencurigai kondisi makanan yang diterima. Ia mengaku mencium aroma kurang sedap dari paket tersebut sehingga memutuskan untuk tidak menyantap bagiannya.

Menurutnya, jatah untuk guru memang turut dibagikan bersama paket siswa. Namun, karena tercium bau asam dari nasi onigiri, ia memilih menyimpannya dan tidak mengonsumsinya. Pernyataan itu disampaikannya ketika ditemui di RSUD Cibabat.

Eka menjelaskan, pembagian makanan dilakukan untuk dibawa pulang karena bertepatan dengan bulan puasa. Paket MBG tersebut dibagikan sekitar pukul 09.00 WIB.

Guru olahraga yang juga menjadi koordinator MBG di sekolah tersebut, Ayat Rukhiyat, memaparkan bahwa distribusi dimulai sejak pukul 07.30 WIB setelah koordinasi internal. Selanjutnya, paket dibagikan ke masing-masing kelas hingga sekitar pukul 09.00 WIB.

Ia menerangkan, murid yang tidak menjalankan ibadah puasa langsung menyantap makanan sepulang sekolah. Sementara siswa kelas awal yang berpuasa setengah hari baru mengonsumsi paket tersebut sekitar pukul 12.00 WIB. Waktu tersebut disebut sebagai awal munculnya keluhan dari sejumlah siswa.

Tak hanya murid, seorang guru juga dilaporkan merasakan gejala serupa setelah menyantap makanan pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB.

Adapun isi paket MBG terdiri atas apel, kurma, susu Ultra, biskuit Marie Regal, nasi onigiri, serta dua butir telur rebus. Ayat menyebutkan bahwa telur dan onigiri menjadi menu yang paling dicurigai sebagai penyebab gangguan kesehatan. Ia menuturkan, sebagian telur tidak matang sempurna saat dibuka. Sementara onigiri berisi ayam suwir, dan sejumlah siswa mengeluhkan kondisi nasi yang terasa tidak layak.

Dari total 324 siswa dan 20 guru penerima manfaat, hingga kini tiga orang dilaporkan menjalani perawatan di RSUD Cibabat, yakni satu siswa kelas satu, satu siswa kelas tiga, serta satu guru perempuan. Beberapa siswa lain yang sempat merasakan keluhan memilih menjalani perawatan mandiri di rumah karena kondisi berangsur membaik.

Ayat mengaku menerima laporan pertama sekitar pukul 16.30 WIB. Ia kemudian segera mengimbau orang tua murid dan wali kelas melalui grup komunikasi agar menghentikan konsumsi onigiri dan telur apabila ditemukan rasa atau aroma yang tidak wajar.

Di lokasi terpisah, seorang warga Margamulya, Riska (28), mengungkapkan adanya kejadian serupa yang dialami seorang ibu usai menerima paket MBG dari Posyandu. Paket tersebut berisi onigiri, telur rebus, dan susu. Ia menuturkan, makanan yang pertama kali dikonsumsi adalah onigiri, disusul telur.

“,Ada pula laporan mengenai telur yang diduga dalam kondisi busuk pada paket milik warga lain. Kalau anak saya sendiri tak mengalami gejala karena telur yang diterima dalam keadaan matang sempurna.” ungkapnya.

Riska menjelaskan, reaksi yang muncul berupa buang air besar sebanyak dua kali dan muntah satu kali sekitar pukul 20.30 WIB. Tak lama kemudian, muntahan berisi makanan yang sebelumnya dikonsumsi, sehingga korban segera dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan medis.

” Kami tak tahu, secara pasti asal penyedia makanannya,. kan laket MBGnya dibagikan melalui Posyandu, dan dari informasi yang saya terima, ada dua hingga tiga orang lain yang mengalami keluhan serupa, namun dirawat di rumah sakit lain.” pungkasnya. (Bzo)