Pangdam III/Siliwangi Kosasih menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus benar-benar memperkuat ekonomi petani, bukan hanya proyek seremonial tanpa dampak nyata.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!BANDUNG BARAT, NYARINGINDONESIA.COM – Di tengah ambisi besar pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional, persoalan klasik di desa dinilai masih belum terselesaikan. Petani kecil tetap menghadapi lemahnya akses modal, ketidakpastian harga, hingga dominasi tengkulak dalam rantai distribusi hasil pertanian.
Situasi tersebut menjadi latar belakang diluncurkannya program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang kini mulai dibentuk di berbagai daerah. Menariknya, penguatan program ini juga melibatkan unsur TNI sebagai bagian dari pengawalan program strategis nasional.
Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, menegaskan koperasi tidak boleh kembali menjadi proyek simbolik yang hanya ramai saat peluncuran, tetapi gagal memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Kosasih saat menghadiri peluncuran 1.061 KDKMP di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (16/5/2026).
“Kami dari Kodam III/Siliwangi mendukung sepenuhnya program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini dengan seluruh kekuatan dan sumber daya yang kami miliki,” ujar Kosasih.
Menurutnya, keberadaan KDKMP harus mampu menjadi instrumen nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa sekaligus menopang ketahanan pangan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Peluncuran program tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Barat, mulai dari Ketua DPRD Jawa Barat, Wakil Gubernur Jawa Barat, Wakil Bupati Bandung Barat, Wali Kota Cimahi, hingga jajaran TNI-Polri dan Kejaksaan.
Kegiatan itu juga terhubung secara daring dengan Prabowo Subianto yang memimpin peluncuran KDKMP untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur bersama gubernur, pangdam, serta Forkopimda se-Indonesia.
Dalam arahannya, Prabowo menegaskan desa tidak boleh terus diposisikan hanya sebagai objek pembangunan yang bergantung pada bantuan pemerintah pusat.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus menjadi pusat kekuatan ekonomi rakyat. Desa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek dan penggerak utama ekonomi nasional,” tegas Prabowo.
Pernyataan tersebut dinilai sekaligus menjadi kritik terhadap pola pembangunan desa selama ini yang belum sepenuhnya mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
Presiden juga mengingatkan pentingnya tata kelola koperasi yang profesional dan transparan agar tidak mengulang kegagalan koperasi masa lalu akibat lemahnya pengawasan dan salah urus.
Bagi Kosasih, keberadaan KDKMP harus mampu memutus persoalan klasik yang selama ini membelit petani kecil, terutama terkait pemasaran hasil panen, akses permodalan, dan kepastian harga.
“KDKMP harus dijaga dan dikelola secara profesional, amanah, dan terpercaya. Koperasi ini bukan hanya tempat usaha, tetapi menjadi wadah pemberdayaan masyarakat desa agar lebih mandiri, produktif, dan sejahtera,” katanya.
Pangdam yang dikenal dengan julukan “Jenderal Santri” itu juga menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak cukup dibangun lewat slogan maupun seremoni peluncuran program.
Menurutnya, swasembada pangan hanya bisa tercapai jika negara benar-benar hadir memperkuat ekonomi desa dan melindungi petani dari rantai distribusi yang selama ini tidak berpihak.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah warga berharap koperasi tersebut benar-benar mampu membantu petani, terutama dalam pemasaran hasil pertanian dan stabilitas harga.
“Kami berharap koperasi ini benar-benar membantu petani, terutama soal pemasaran hasil pertanian dan kepastian harga,” ujar salah seorang warga.
Di akhir kegiatan, Kosasih kembali mengingatkan bahwa keberhasilan program bukan ditentukan megahnya peluncuran, melainkan konsistensi seluruh pihak dalam menjaga koperasi tetap hidup dan bekerja untuk masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan, saya yakin swasembada pangan dan energi dapat terwujud demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” tandasnya.(Eka)
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

