Pawai Juara Panca Takhta Persib Jadi Pesta Rakyat Jawa Barat

1779661287198

Para bobotoh memadati sepanjang jalan Asia Afrika hanya sekedar ingin merayakan serta bertemu para punggawa Persib Bandung

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

BANDUNG, NYARINGINDONESIA.COM — Kota Bandung kembali mencatatkan sejarah besar dalam perjalanan sepak bola Indonesia. Jutaan Bobotoh dan masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Barat tumpah ruah ke jalanan untuk merayakan keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara Super League 2025/2026 melalui Pawai Juara Panca Takhta yang digelar pada Minggu (24/5/2026).

Sejak pagi hari, lautan manusia berbalut warna biru memenuhi ruas-ruas jalan yang dilalui rombongan Persib. Antusiasme yang luar biasa menjadikan perayaan tersebut bukan sekadar konvoi kemenangan, melainkan pesta rakyat yang menggambarkan kuatnya ikatan emosional antara Persib dan masyarakat Jawa Barat.

Rombongan pawai memulai perjalanan dari Gedung Sate pukul 08.00 WIB dan melintasi sejumlah ruas jalan utama Kota Bandung, mulai dari Jalan Banda, Jalan L.L.R.E. Martadinata (Riau), Jalan Merdeka, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Lembong, Jalan Veteran, Simpang Lima, hingga berakhir di kawasan Jalan Asia Afrika.

Sepanjang perjalanan, para pemain, ofisial, direksi PT Persib Bandung Bermartabat, serta jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Sorakan, nyanyian, dan yel-yel juara terus mengiringi perjalanan rombongan menuju titik akhir perayaan.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan luar biasa yang kembali ditunjukkan Bobotoh kepada Persib.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Bobotoh serta masyarakat yang telah hadir dan menjadi bagian dari Pawai Juara Panca Takhta. Antusiasme dan kecintaan yang ditunjukkan hari ini membuktikan bahwa Persib memiliki ikatan yang sangat kuat dengan masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.

Menurut Adhitia, gelar juara yang diraih Persib tidak hanya menjadi milik tim yang bertanding di lapangan, tetapi juga buah dari kesetiaan, doa, dan dukungan yang terus diberikan Bobotoh selama ini.

Selain menyampaikan terima kasih, Persib juga memohon maaf kepada masyarakat yang aktivitasnya sempat terganggu akibat kepadatan lalu lintas selama pawai berlangsung.

“Atas kepadatan maupun ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan sebagian masyarakat selama berlangsungnya pawai, kami turut menyampaikan permohonan maaf. Besarnya antusiasme yang hadir menjadi gambaran kecintaan luar biasa terhadap Persib,” kata Adhitia.

Puncak perayaan berlangsung di kawasan Asia Afrika yang berubah menjadi lautan biru. Ribuan hingga jutaan Bobotoh memadati area tersebut untuk menyaksikan langsung momen bersejarah ketika para pemain dan ofisial Persib menaiki Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Asia Afrika dan mengangkat trofi juara di hadapan para pendukung.

Momen pengangkatan trofi tersebut menjadi simbol keberhasilan Persib meraih gelar juara ketiga secara beruntun sekaligus melengkapi “Panca Takhta” atau lima gelar Persib di era Liga Indonesia.

Usai rangkaian selebrasi, skuad Persib melanjutkan agenda menuju Pendopo Kota Bandung untuk menghadiri penyambutan resmi oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, sekaligus mengikuti ramah tamah bersama jajaran pemerintah daerah.

Pawai Juara Panca Takhta tidak hanya menjadi perayaan keberhasilan Persib, tetapi juga menunjukkan bahwa sepak bola mampu menyatukan jutaan orang dalam kebanggaan yang sama. Bandung pun kembali menjadi saksi bahwa Persib bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat.