Persib Bandung bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Persija 2-1 lewat dua gol mantan pemain Macan Kemayoran, sementara tensi panas derby berlanjut hingga tribun dan luar stadion.
SAMARINDA, NYARINGINDONESIA.COM – Duel klasik yang selalu membelah emosi pecinta sepak bola Indonesia kembali memakan korban. Di balik panasnya laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu 10 Mei 2026, tersimpan drama yang membuat persaingan keduanya semakin sulit dipadamkan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Persija sebenarnya sempat membuat ribuan Bobotoh terdiam. Gol Alaaeddine Ajarie pada menit ke-19 membawa Macan Kemayoran unggul lebih dulu dan membuka harapan menjaga asa juara Super League musim ini. Namun, situasi berubah drastis hanya dalam hitungan menit.
Saat tekanan mulai membesar, Persib justru menemukan sosok pembeda. Adam Alis tampil bak mantan yang datang membawa petaka. Gelandang yang pernah berseragam Persija itu mendadak menjadi mimpi buruk bagi mantan klubnya setelah mencetak dua gol cepat yang membalikkan keadaan sekaligus membakar atmosfer pertandingan.
Kebangkitan Maung Bandung tak hanya memastikan kemenangan 2-1, tetapi juga menjadi pukulan telak bagi Persija. Kekalahan di laga penuh gengsi ini membuat peluang Macan Kemayoran berburu gelar resmi tertutup, sementara Persib semakin nyaman berdiri di puncak klasemen dengan koleksi 75 poin dari 32 pertandingan.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengaku sejak awal sudah mencium aroma panas dalam duel bertajuk El Clasico Indonesia tersebut. Baginya, laga melawan Persija selalu menghadirkan tekanan berbeda yang tak bisa diukur hanya lewat posisi klasemen.
“Saya sudah katakan sebelumnya, ini tidak akan menjadi permainan yang indah. Ini pertandingan yang sangat sulit, dan dalam sebuah derby, tidak pernah ada tim favorit,” ujar Hodak usai laga.
Menurut pelatih asal Kroasia itu, pertandingan lebih banyak dimenangkan lewat mentalitas dan keberanian bertarung dibanding permainan atraktif. Persib memang tidak tampil dominan, tetapi mereka menunjukkan karakter saat berada dalam tekanan.
Sorotan terbesar tentu mengarah kepada Adam Alis. Dua golnya di babak pertama menjadi titik balik yang membuat Persib perlahan mengambil alih momentum pertandingan.
“Ini mungkin bukan permainan terbaik yang pernah kami mainkan, tetapi sangat sulit dan penuh kerja keras. Pada akhirnya, kami memenangkan pertandingan melalui Adam yang hari ini benar-benar terinspirasi,” katanya.
Namun panasnya duel tidak berhenti di lapangan. Ketegangan justru merembet hingga tribun Stadion Segiri. Saat pertandingan berlangsung, cekcok antarsuporter pecah setelah muncul dugaan adanya pendukung Persib yang masuk ke area stadion meski suporter tim tamu dilarang hadir langsung.
Situasi sempat memanas sebelum aparat keamanan bergerak cepat mengevakuasi sejumlah penonton yang diduga Bobotoh demi mencegah keributan meluas. Meski berhasil dikendalikan, tensi di dalam stadion terus meningkat seiring Persija tertinggal hingga peluit panjang berbunyi.
Drama kembali terjadi selepas pertandingan. Keributan pecah di luar stadion setelah beberapa suporter Persija tersulut emosi karena mendapati penonton yang diduga pendukung Persib membuat konten video di sekitar area stadion. Aksi saling dorong hingga pemukulan tak terhindarkan sebelum aparat keamanan kembali turun tangan memisahkan kedua kelompok.
Di tengah kekacauan itu, pelatih Persija Mauricio Souza tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Selain menyesali hasil akhir, ia juga menyoroti sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya dalam laga sarat tensi tersebut.
Sementara gelandang Persija Fabio Calonego menilai kondisi lapangan Stadion Segiri membuat permainan umpan pendek khas Macan Kemayoran tidak berkembang maksimal seperti saat tampil di Stadion Gelora Bung Karno.
Kini, kemenangan dramatis atas rival abadinya membuat Persib semakin dekat dengan trofi juara Super League musim ini. Sementara bagi Persija, kekalahan di Samarinda bukan sekadar kehilangan tiga poin tetapi juga meninggalkan luka dalam di laga yang selalu penuh gengsi.

