CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Rencana pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) di Kota Cimahi tak hanya diproyeksikan sebagai solusi kemacetan, tetapi juga memunculkan konsekuensi perubahan besar bagi warga di sekitar lokasi proyek. Sejumlah kawasan permukiman hingga titik layanan publik dipastikan terdampak selama proses konstruksi berlangsung.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Wilayah Jalan Sukimun menjadi salah satu titik paling sensitif. Selama ini, warga mengandalkan akses langsung ke Jalan Gatot Subroto untuk beraktivitas. Namun saat pembangunan dimulai, akses keluar-masuk tersebut akan ditutup sementara.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, mengakui perubahan ini tak dapat dihindari karena posisi jalan yang berada tepat sebelum perlintasan rel kereta api.
“Yang akan menjadi lokasi pembangunan terutama masyarakat yang ada di Jalan Sukimun. Jalan Sukimun ini kan akan tertutup akses keluar masuk yang selama ini menggunakan Jalan Gatsu,” ujar Endang saat dikonfirmasi baru – baru ini.
Penutupan akses tersebut menjadi semakin krusial karena di kawasan itu kini telah berdiri sejumlah fasilitas pelayanan publik. Mulai dari Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) yang baru selesai dibangun hingga Polsek Cimahi Tengah.
“Apalagi di sana, saat ini sudah ada beberapa kegiatan, termasuk di situ juga tahun ini akan dilakukan operasional Labkesmas yang baru selesai dibangun ataupun Polsek Cimahi Tengah,” jelasnya.
Untuk menjaga mobilitas warga dan memastikan layanan tetap berjalan, Dishub telah menyiapkan jalur alternatif khusus bagi masyarakat Sukimun.
“Masyarakat yang ada di sana akan masuk dan keluar wilayah Sukimun ini melalui jalan buntu yang nanti akan berada tepat sebelum titik awal kegiatan underpass ini dibangun,” terang Endang.
“Jadi insyaallah ini aman, sehingga masyarakat ini akan dialihkan nanti masuk sisi utara sebelum titik awal pembangunan underpass,” sambungnya.
Tak hanya kawasan permukiman, pengalihan arus juga akan berdampak pada lalu lintas skala kota. Kendaraan besar akan dialihkan melalui Jalan Sriwijaya menuju selatan hingga kawasan Dustira, sementara kendaraan kecil dapat melintasi Rajawali–Pasirkumeli.
“Untuk kendaraan kecil ini bisa nanti pada saat melewati Lapang Rajawali. Kan ada Jalan Rajawali ke arah Pasirkumeli, untuk kendaraan kecil bisa lewat situ,” kata Endang.
Menurutnya, jalur tersebut akan semakin strategis karena tahun ini juga direncanakan kembali pembangunan Flyover Pusdikpom yang menghubungkan sisi utara dan selatan rel kereta api.
“Kebetulan tahun ini akan berjalan lagi pembangunan flyover Pusdikpom yang menghubungkan sisi utara rel dengan sisi selatan rel,” ujarnya.
Dishub Cimahi menegaskan bahwa pengaturan ini tidak hanya sebatas pengalihan rute, tetapi juga penguatan pengawasan di lapangan.
“Selain melakukan rekayasa lalu lintas, nanti akan ada tambahan personel di titik-titik yang kami prediksi menjadi salah satu titik kemacetan,” imbuhnya.
Rambu-rambu tambahan akan dipasang, dan personel gabungan termasuk dari kepolisian akan diterjunkan untuk memastikan arus tetap terkendali.
“Jadi kami akan mengarahkan masyarakat ke mana saja jalur yang bisa dilalui, plus mungkin nanti juga ada beberapa personel gabungan, seperti dari kepolisian, Dishub,” jelas Endang.
Khusus di kawasan alternatif seperti belakang Jalan Kartini, Dishub juga menghadapi tantangan sosial karena selama ini lokasi tersebut dimanfaatkan pedagang yang melayani aktivitas sekolah.
“Karena selama ini memang di jalan tersebut ada aktivitas pedagang yang selama ini melayani anak sekolah di lokasi tersebut,” tuturnya.
Ia menyebut penataan bahkan kemungkinan relokasi akan dibahas bersama lintas instansi.
“Mungkin ini menjadi PR kami dengan Dinas Perdagangan, Satpol PP, nanti untuk bersama-sama turun memberikan informasi, mensosialisasikan hal ini. Dan kami tentunya perlu memikirkan juga relokasi, apakah ada pergeseran dari lokasi semula ke tempat yang lebih aman,” katanya.
Sementara itu, kendaraan prioritas seperti angkutan umum, logistik, dan kendaraan darurat akan mendapatkan perlakuan khusus.
“Terkait kendaraan angkutan umum maupun kendaraan-kendaraan logistik dan kedaruratan, ini mungkin ada perlakuan khusus di lapangan. Kami tentunya akan memberikan prioritas,” ujar Endang.
Terkait jadwal pelaksanaan, pembangunan underpass direncanakan dimulai awal Maret berdasarkan informasi dari instansi teknis terkait.
“Kalau berdasarkan informasi Dinas Bina Marga Provinsi maupun DPUPR Cimahi, pembangunan akan dimulai sekitar awal Maret. Dan tentunya ini mudah-mudahan berjalan dengan lancar,” kata Endang.
Ia menambahkan, sosialisasi masif kepada masyarakat akan dilakukan dua hingga tiga minggu sebelum proyek dimulai.
“Secara intens mungkin kami akan menjadwalkan nanti dalam waktu paling lambat mungkin dua minggu sebelum pelaksanaan pembangunan,” ujarnya.
Bagi warga, perubahan ini bukan sekadar persoalan teknis pengaturan lalu lintas. Jalan Gatot Subroto merupakan jalur utama yang menghubungkan Cimahi dengan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, sehingga setiap penyesuaian akan berdampak luas pada mobilitas harian.
” Kami berharap pembangunan underpass ini menjadi solusi jangka panjang kemacetan. Namun kami akui , masa transisi selama pembangunan menjadi tantangan tersendiri bagi warga, pelaku usaha kecil, hingga pengguna jalan lintas wilayah.” pungkasnya.
