Pemda Bengkalis Bangga Bisa Hadir Pengukuhan Dua Organisasi Perempuan

BENGKALIS, NyaringIndonesia.com – Pada peringatan Human Rigths Day atau Hari Hak Asasi Manusia sedunia, Sabtu malam, 10 Desember 2022, Bupati Bengkalis Kasmarni utus perwakilan pemerintah menghadiri pengukuhan pengurus dua organisasi perempuan di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja Dilaut.

Pertama, Pengurus Pusat Data dan Informasi Perempuan Riau (Pusdatin Puanri) Kabupaten Bengkalis periode 2022-2026 yang dipimpin Hj. Zahraini B sebagai Ketua Umum, dan Hj. Akna Juita sebagai Ketua Harian.

Kedua, Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (PD BKMT) Kabupaten Bengkalis periode 2022-2027 yang diketuai Hj. Rasmah Alwi.

Baik Pusdatin Puanri maupun PD BKMT, dikukuhkan oleh orang (perempuan hebat) yang sama; Hj. Septina Primawati (istri gubernur Riau pada masanya: HM. Rusli Zainal) selaku Ketua Umum Pusdatin Puanri dan juga Ketua Pengurus Wilayah BKMT Provinsi Riau.

BACA JUGA:  Monitoring PJ Wali Kota Cimahi di Kelurahan Citeureup, Untuk Memastikan Proses Berjalan Baik

Bagi Pemerintah Bengkalis undangan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bisa hadir di sini. Selain kembali dapat menjadi salah satu “pria tertampan”, juga bisa satu majelis dengan banyak perempuan hebat.

“Di belakang pria yang kuat, selalu ada wanita hebat”, demikian sebuah ungkapan bijak yang sering kita dengar dan/atau baca.

Lantas, apa makna dan rahasia di balik ungkapan tersebut?

Presiden Soekarno mengatakan, “Laki-laki dan perempuan laksana dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya. Namun, jika salah satu dari dua sayap itu patah, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.”

BACA JUGA:  Rampung Pembangunan Jalan, Dandim 0609/Cimahi: Semoga Perekonomian Warga Meningkat

Secara logis, bisa dipahami bahwa kekuatan yang paling besar dari manusia adalah ketika mampu bersinergi. Yakni, kemampuan untuk menciptakan keunggulan dari perbedaan. Bukan menciptakan perbedaan dari keunggulan.

Secara kodrati, pria dan wanita memiliki perbedaan sangat signifikan. Ketika perbedaan itu dipersatukan, pasti akan melahirkan keajaiban yang telah dibuktikan banyak orang. Tanpa sinergi keduanya, tak akan pernah ada “akta kelahiran” atau “dokter spesialis anak”.

Jadi di mana kuncinya? Tentu pada kata “sinergi”. Bukan soal pria dan wanitanya. Pada sinergi yang dimiliki keduanya saat bersama.

Tanpa sinergi, tak sedikit wanita yang bisa bertindak melemahkan pria. Sebaliknya, banyak pula pria yang bertindak menghancurkan wanita meskipun terikat dalam tali pernikahan.

BACA JUGA:  Uu Ruzhanul Ulum Ingin IJTI Jadi Organisasi Media Pemersatu

Intinya, dengan sinergi, pria (suami) memperkuat wanita (istri), dan wanita memperkuat pria. Namun, karena dahulunya yang banyak tampil di publik adalah pria, maka ungkapan itulah yang sering kita dengar dan/atau baca; terdapat peranan wanita di balik pria-pria hebat itu.

Bagaimana sekarang? Dengan kesetaraan gender/emansipasi, di balik wanita yang hebat pun terdapat pria yang hebat.

Memang, kita tidak akan pernah mendapatkan nilai 10 (sempurna) tanpa adanya sinergi antara angka 1 dan 9, 2 dan 8, 3 dan 7, atau 4 dan 6.

Saling asah, saling asih dan saling asuh.

Terima kasih kami sampaikan untuk semua perempuan-perempuan hebat.

BERITA TERBARU