Jakarta, NyaringIndonesia.com – Pemerintah memutuskan memperpanjang hak operasi PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua setelah 2041. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan kebijakan tersebut diperlukan untuk mendukung eksplorasi cadangan baru sekaligus menjaga keberlanjutan produksi tambang di Timika.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Menurut Bahlil, perpanjangan izin ini membuka peluang peningkatan kepemilikan saham Indonesia di PTFI dari posisi saat ini menjadi sekitar 63%. Tambahan 12% saham disebut dapat diperoleh melalui skema divestasi tanpa biaya akuisisi.
“Diharapkan pendapatan negara harus jauh lebih tinggi ketimbang pendapatan negara yang ada sekarang ini, termasuk di dalamnya royalti dan pajak-pajak lain khususnya emas,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Washington, Jumat (20/2).
Bahlil menjelaskan, produksi Freeport diperkirakan mencapai puncaknya pada 2035. Saat ini, perusahaan memproduksi sekitar 3,2 juta ton bijih konsentrat tembaga per tahun serta 50–60 ton emas.
Ia menegaskan pentingnya solusi jangka panjang guna memastikan kesinambungan usaha pertambangan di Timika, Papua.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyebut kesepakatan tersebut berpotensi membuka tambahan investasi sekitar US$20 miliar (sekitar Rp337,6 triliun dengan asumsi kurs Rp16.880 per dolar AS) dalam 20 tahun mendatang.
Menurut Rosan, investasi tersebut akan berdampak positif terhadap penerimaan negara, baik dari pajak, royalti, maupun multiplier effect terhadap ekonomi nasional.
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo menyampaikan bahwa implementasi kerja sama akan dikoordinasikan melalui jaringan perwakilan RI di AS.
Untuk sektor pertambangan yang berkantor pusat di Phoenix, Arizona, koordinasi dilakukan melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles.
Perpanjangan kontrak ini menjadi bagian dari kerja sama ekonomi Indonesia–Amerika Serikat, termasuk penandatanganan perjanjian “Agreement of Reciprocal Trade: Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance”.
=======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News
