BANDUNG,NYARINGINDONESIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana menghidupkan kembali kawasan Asia Afrika sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata. Langkah ini diambil menyusul banyaknya pertokoan di jalur strategis tersebut yang dilaporkan sepi bahkan tutup. Revitalisasi pun diproyeksikan menjadi kunci untuk mengembalikan denyut ekonomi di jantung Kota Bandung.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut sektor perhotelan di kawasan Jalan Asia Afrika masih bertahan karena wisatawan tetap datang. Namun, kondisi berbeda terjadi pada pertokoan yang justru mengalami penurunan signifikan, terutama di sepanjang ruas dari Masjid Raya Bandung hingga kawasan Otista.
“Hotel masih hidup karena wisatawan tetap datang. Tapi dari Masjid Raya sampai Otista, banyak toko yang sudah tutup,” ujar Farhan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kawasan Asia Afrika memiliki nilai historis sekaligus potensi ekonomi yang besar.
Jika tidak segera ditangani, kawasan ini dikhawatirkan semakin kehilangan daya tarik sebagai destinasi wisata kota.
Sebagai upaya pemulihan, Pemkot Bandung berencana mengundang investor untuk kembali menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut, sekaligus menarik pelaku usaha baru agar roda bisnis kembali bergerak.
Farhan menilai peluang kebangkitan kawasan Asia Afrika masih terbuka lebar. Ia mencontohkan kawasan Kosambi yang sempat mengalami kondisi serupa, namun kini mulai menunjukkan pemulihan.
“Kosambi saja bisa hidup lagi, artinya di Asia Afrika juga sangat mungkin. Potensi Bandung itu masih besar,” katanya.
Sebagai tahap awal, Pemkot Bandung akan melakukan penataan ulang di kawasan Kosambi Simpang Lima. Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu tahun sebelum diperluas ke kawasan Asia Afrika.
Penataan akan difokuskan pada perbaikan wajah kawasan melalui program facelift bangunan, termasuk pembersihan fasad gedung dan penataan tampilan visual agar lebih rapi serta menarik bagi wisatawan maupun investor.
Selain itu, Pemkot juga akan menertibkan aksi vandalisme yang selama ini merusak estetika kawasan. Coretan-coretan pada bangunan akan dibersihkan secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya penataan.
“Kita akan bersihkan semua tampilan gedung. Vandalisme akan kita hilangkan supaya kawasan ini kembali menarik,” ucapnya.
Farhan menegaskan penanganan vandalisme harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya sesaat. Pengawasan akan diperketat agar kebersihan dan kerapihan kawasan tetap terjaga dalam jangka panjang.
“Jika ditemukan kembali aksi perusakan, petugas akan langsung melakukan pembersihan ulang sekaligus menindak pelaku sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.
Ia menambahkan, revitalisasi tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan, tetapi juga meningkatkan kunjungan wisatawan serta menghidupkan kembali aktivitas ekonomi lokal yang sempat melemah.
“Dengan strategi penataan dan dukungan investasi, kawasan Asia Afrika dapat kembali menjadi ikon wisata sekaligus pusat ekonomi yang ramai dan berdaya saing,” ujar Farhan.

