Pemerintah Kota Cimahi menyiapkan sejumlah langkah antisipasi sebelum pembangunan drainase di Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Cihanjuang, Kecamatan Cimahi Utara, dimulai.
CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Pemerintah Kota Cimahi menyiapkan sejumlah langkah antisipasi sebelum pembangunan drainase di Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Cihanjuang, Kecamatan Cimahi Utara, dimulai.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan lancar sekaligus mengurangi potensi gangguan terhadap pengguna jalan, warga, dan lingkungan sekitar.
Melalui DPUPR Kota Cimahi, pemerintah terlebih dahulu melakukan kajian terhadap kondisi di sepanjang jalur pembangunan. Salah satu perhatian utama adalah keberadaan sekitar 32 pohon yang berada di area proyek.
Kabid Bina Marga DPUPR Kota Cimahi, Hendra Gunawan mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi pohon, posisi akar, serta kemungkinan dampaknya terhadap proses pengerjaan drainase.
” Langkah pencegahan juga kami siapkan untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas selama proyek berlangsung, serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polres Cimahi untuk mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi pekerjaan.” ungkap Hendra baru – baru ini.
Selain pengaturan lalu lintas, area konstruksi nantinya akan dilengkapi rambu-rambu dan pembatas guna memberikan informasi kepada pengguna jalan serta menjaga keselamatan masyarakat. Petugas pengatur lalu lintas juga akan ditempatkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Hendra juga mengatakan aspek keselamatan dan kondisi lingkungan menjadi bagian penting dalam persiapan proyek. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada penyelesaian fisik, tetapi juga bagaimana dampak pekerjaan dapat ditekan sejak awal.
“Pelaksanaan pekerjaan akan disertai langkah mitigasi agar dampaknya terhadap lalu lintas dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan,” katanya.
Khusus terhadap pepohonan, pemerintah masih mempertimbangkan sejumlah opsi penanganan. Pemotongan atau penebangan bukan menjadi pilihan yang langsung ditetapkan. Tim teknis terlebih dahulu melihat kemungkinan mengubah trase maupun metode konstruksi agar pohon yang masih memungkinkan untuk dipertahankan tetap berada di lokasi.
Kondisi akar menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan. Jika akar utama berada di jalur penggalian, keberadaannya dapat menghambat pekerjaan dan berpotensi memengaruhi konstruksi drainase. Karena itu, keputusan terhadap setiap pohon akan disesuaikan dengan hasil kajian dan kondisi aktual di lapangan.
“Kalau akar utama berada pada jalur galian, kondisi tersebut dapat menghambat pekerjaan sekaligus berpotensi memengaruhi fungsi konstruksi drainase,” ujarnya.
Pemerintah juga menyiapkan pengawasan selama proses pembangunan. Pemantauan secara berkala akan dilakukan untuk memastikan pekerjaan sesuai perencanaan dan mengantisipasi munculnya persoalan yang dapat mengganggu aktivitas warga maupun arus kendaraan.
Sementara itu, pembangunan drainase tersebut memiliki anggaran sebesar Rp1.199.196.468 yang bersumber dari APBD Kota Cimahi. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi pekerjaan drainase dan belum mencakup biaya penanganan pohon.
Kebutuhan anggaran untuk penanganan pohon nantinya akan diupayakan melalui anggaran perubahan. Adapun jumlah pohon pengganti belum ditentukan karena masih menunggu hasil evaluasi terhadap pohon yang terdampak pembangunan.
Dengan berbagai persiapan dan langkah mitigasi yang dilakukan sejak sebelum pekerjaan dimulai, Pemerintah Kota Cimahi berupaya memastikan pembangunan drainase di Jalan Raden Demang Hardjakusumah dapat berlangsung aman, tertib, dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta kondisi lingkungan.

