Pemkot Cimahi Bidik Alun-alun Jadi Ikon Kreativitas, Penataan Sangkuriang Menyusul

1776329346922
Alun-alun Cimahi Dirancang Jadi Pusat Kreativitas Warga, Penataan Kawasan Sangkuriang Masuk Agenda Jangka Menengah

CIMAHI, NYARINGINDONESIA.COM – Pemerintah Kota Cimahi tengah merancang konsep pembaruan Alun-alun agar bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih dinamis serta mendukung berbagai kegiatan seni dan kreativitas masyarakat. Ide pengembangannya terinspirasi dari sejumlah kawasan kreatif, baik di dalam maupun luar negeri.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, menjelaskan bahwa rencana tersebut lahir dari kebutuhan menyediakan wadah ekspresi bagi komunitas seni sekaligus tempat interaksi sosial bagi warga.

Ia menuturkan, konsep yang dibayangkan memiliki kemiripan dengan kawasan hiburan dan ruang publik terkenal di dunia, meski penerapannya akan disesuaikan dengan karakteristik daerah. Secara gambaran, konsepnya juga tidak jauh berbeda dengan pengelolaan ruang publik yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Menurut Adhitia, fungsi alun-alun ke depan tidak hanya sebagai ruang terbuka biasa, tetapi diharapkan menjadi pusat kegiatan budaya dan hiburan. Area tersebut nantinya dapat dimanfaatkan para pelaku seni untuk menampilkan pertunjukan yang dapat dinikmati masyarakat luas.

Selain fokus pada penataan alun-alun, Pemerintah Kota Cimahi juga tengah menyiapkan rencana pengembangan kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Sangkuriang beserta fasilitas pendukung di sekitarnya. Ia menyebutkan bahwa pembahasan awal terkait rencana tersebut telah dilakukan, namun pelaksanaannya akan menyesuaikan kondisi kemampuan anggaran daerah.

Adhitia memastikan bahwa dalam periode lima tahun mendatang, penataan kawasan Sangkuriang tetap menjadi bagian dari program pembangunan yang direncanakan pemerintah daerah.

Meski demikian, pada tahun anggaran berikutnya pemerintah akan lebih memprioritaskan penanganan persoalan yang dinilai mendesak, terutama terkait banjir dan pengelolaan sampah. Kedua isu tersebut dianggap sebagai kebutuhan utama masyarakat yang harus segera mendapat perhatian.

Walaupun prioritas jangka pendek difokuskan pada penanganan masalah lingkungan, rencana revitalisasi kawasan Sangkuriang tetap dipertahankan dalam perencanaan jangka menengah. Pemerintah menargetkan proses pembenahan dapat dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2030.

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News