Pemkot Cimahi Hentikan Operasional Satu SPPG Buntut Kasus Keracunan

Pemkot Cimahi

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Puluhan siswa di Kota Cimahi diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden tersebut mendorong Pemerintah Kota Cimahi menghentikan sementara aktivitas SPPG Karang Mekar 02 sebagai langkah antisipatif.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Sejumlah siswa yang mengeluhkan gejala langsung memperoleh penanganan medis, termasuk di RSUD Cibabat. Pemerintah daerah bergerak cepat dengan menonaktifkan dapur penyedia makanan sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan bahan baku.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa penghentian operasional dilakukan demi menjamin keselamatan siswa.

“Untuk sementara kegiatan dihentikan sebagai bentuk kehati-hatian. Kami menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum mengambil keputusan lanjutan,” ujar Ngatiyana saat kunjungi di RSUD Cibabat. Kamis (26/02/26).

Ia menjelaskan, evaluasi dilakukan secara terpadu oleh Dinas Kesehatan, Dispangtan, DP3A2KB, serta unsur terkait lainnya. Pemeriksaan mencakup kualitas air, bahan pangan, bumbu, hingga proses pengolahan makanan.

“Semua aspek kami cek, mulai dari air, bahan baku, sampai tahapan pengolahannya. Ini untuk memastikan sumber masalahnya,” katanya.

Ngatiyana juga mengingatkan seluruh pengelola SPPG di Kota Cimahi agar memperketat standar keamanan pangan dan mematuhi ketentuan kesehatan yang berlaku.

“Kejadian ini menjadi evaluasi bersama. Keamanan pangan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Menurutnya, pengujian laboratorium terhadap bahan makanan sejatinya dilakukan secara rutin sebagai langkah pencegahan. Namun, keputusan terkait kelanjutan operasional SPPG Karang Mekar 02 baru akan ditetapkan setelah hasil pemeriksaan dan kajian menyeluruh diterima.

“Kami akan menentukan langkah berikutnya setelah seluruh hasil uji keluar dan evaluasi selesai dilakukan,” pungkasnya.