Pemkot Cimahi Tegaskan Komitmen Otonomi Daerah Berkelanjutan

IMG 20260427 095947
Wali Kota Cimahi juga menyampaikan apresiasi kepada perangkat daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dalam penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), pencapaian dan pelaporan Standar Pelayanan Minimal (SPM)

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat praktik otonomi daerah melalui inovasi birokrasi, pengelolaan anggaran yang adaptif, serta pendekatan kreatif dalam pelayanan publik.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat meskipun di tengah keterbatasan fiskal.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang untuk berinovasi. Menurutnya, kondisi tersebut justru menuntut pemerintah daerah untuk bekerja lebih cerdas, cepat, dan solutif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 yang mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema ini menegaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah harus selaras dengan visi pembangunan nasional jangka panjang.

” Otonomi daerah bukan sekadar kewenangan, melainkan tanggung jawab untuk menghadirkan negara lebih dekat kepada masyarakat.” jelas Ngatiyana saat apel pada Senin (27/06/26).

Ia juga menekankan pentingnya implementasi Asta Cita melalui integrasi program kerja daerah dengan delapan misi pembangunan nasional.

“Setiap kebijakan dan program di Kota Cimahi harus memiliki keterkaitan langsung dengan target nasional, namun tetap berpijak pada kebutuhan dan karakteristik lokal,” ujarnya.

 

Ngatiyana menambahkan, momentum 30 tahun otonomi daerah menjadi ruang refleksi atas perjalanan desentralisasi di Indonesia. Berbagai kemajuan telah dicapai, namun masih terdapat tantangan yang perlu dibenahi agar otonomi daerah tetap relevan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, program strategis nasional tidak akan berhasil tanpa dukungan daerah, begitu pula sebaliknya.

” Karenanya, kami berkomitmen menjadi bagian aktif dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat kemandirian fiskal melalui inovasi dalam menggali potensi pendapatan asli daerah tanpa membebani masyarakat.” tambahnya.

Selain itu, pemerintah kota Cimahi  terus mendorong kreativitas, efisiensi, serta digitalisasi layanan guna mengurangi ketergantungan terhadap transfer dari pemerintah pusat.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Cimahi juga menyampaikan apresiasi kepada perangkat daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dalam penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), pencapaian dan pelaporan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta pelaksanaan program strategis nasional.

” Apresiasi ini kami berikan kepada para pemenang kegiatan Unjuk Kapinter ASN Kota Cimahi “Mantap Makin Hepi”. katanya.

Kegiatan tersebut dinilai sebagai sarana pengembangan kapasitas dan kompetensi aparatur sipil negara sekaligus memperkuat pemahaman terhadap tugas pemerintahan daerah.

Ia menilai juga  kegiatan tersebut sebagai bentuk inisiatif kreatif yang dilaksanakan tanpa pembebanan anggaran, sekaligus bukti bahwa otonomi daerah di Kota Cimahi dapat diimplementasikan secara inovatif, efisien, dan berdampak nyata.

Di akhir sambutannya, Ngatiyana menyampaikan pesan kepada para pegawai yang telah dan akan memasuki masa purnabakti. Ia menegaskan bahwa masa tersebut bukan akhir dari pengabdian, melainkan transisi menuju peran baru di tengah masyarakat.

“Pengalaman dan nilai-nilai yang telah dibangun selama ini menjadi modal sosial yang berharga untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” katanya.

” Pada kesempatan ini juga kami mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momentum Hari Otonomi Daerah ke-30 sebagai penguat komitmen dalam membangun pemerintahan daerah yang mandiri, profesional, dan berorientasi pada hasil.” sambungnya. (Bzo)