Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Achmad Nuryana, mengatakan pembangunan underpass merupakan langkah strategis untuk mengurai kepadatan lalu lintas di perlintasan sebidang kereta api Baros yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan di Kota Cimahi.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Pemerintah Kota Cimahi menilai pembangunan Underpass Gatot Subroto di kawasan Baros akan menjadi solusi untuk memperlancar mobilitas kendaraan yang selama ini kerap terhambat aktivitas kereta api.
Infrastruktur tersebut juga diyakini mampu meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa sehingga berdampak positif terhadap aktivitas perekonomian.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Achmad Nuryana, mengatakan pembangunan underpass merupakan langkah strategis untuk mengurai kepadatan lalu lintas di perlintasan sebidang kereta api Baros yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan di Kota Cimahi.
Menurut Achmad, keberadaan underpass akan membuat arus kendaraan tidak lagi terhambat saat kereta api melintas sehingga waktu perjalanan menjadi lebih efisien.
” Selain meningkatkan kelancaran lalu lintas, proyek ini juga akan mempercepat distribusi barang dan jasa yang berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.” ujar Achmad Nuryana. Jum’at (03/07/26).
“Pertama kan terhadap lalu lintas pasti akan berdampak lebih lancar, tidak akan terganggu lagi dengan aktivitas kereta api. Kemudian dari pergerakan ekonomi, distribusinya akan lebih lancar,.” tambahnya.
Ia menjelaskan, volume perjalanan kereta api di lintas tersebut terus meningkat, terutama sejak beroperasinya Kereta Feeder. Kondisi itu menyebabkan waktu penutupan perlintasan semakin lama sehingga antrean kendaraan kerap terjadi pada jam-jam sibuk.
Karena itu, Achmad menilai pembangunan underpass tidak hanya akan memangkas waktu tempuh dan biaya perjalanan, tetapi juga mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang.
“Traffic kereta semakin tinggi sekarang kan dengan keberadaan Feeder. Dengan adanya underpass kan nanti waktu sama biaya perjalanan jadi lebih efisien tentunya dan yang terpenting mengurangi risiko kecelakaan,” katanya.
Saat ini, proyek pembangunan Underpass Gatot Subroto telah memasuki tahap pelelangan. Berdasarkan data pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Jawa Barat, proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp150 miliar dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp130.131.435.741,19. (Bzo)

