Pencurian Motor di Desa Kayuambon Resahkan Warga

Warga bersiaga menjaga lingkungan secara swadaya untuk meminimalisir terjadi tindak curanmor diwilayah Sukamaju, Desa Kayuambon, Lembang

KBB, NyaringIndonesia.com – Warga di wilayah Sukamaju, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, merasa cemas dengan meningkatnya kasus pencurian sepeda motor (Ranmor) yang terjadi sejak dua bulan lalu.

Sukamaju adalah kawasan padat penduduk di Desa Kayuambon, Lembang, yang terdiri dari empat RW, yakni RW6, RW7, RW11, dan RW 13.

Kepala Dusun (Kadus) II Desa Kayuambon, Saepudin, mengungkapkan bahwa kasus curanmor di wilayah Sukamaju telah meningkat sejak dua bulan lalu. Berawal dengan kehilangan motor NMAX milik warga di Sukamaju, RT01/RW11.

“Setelah kejadian itu, kasus curanmor kerap terjadi hingga selang beberapa hari hingga tiap hari selalu ada laporan sepeda motor warga hilang,” katanya, Sabtu 10 Februari 2024.

Menurut Saepudin, kasus curanmor yang kerap terjadi setiap tiap hari, menciptakan ketidaknyamanan bagi para warga. Pelaku curanmor tidak hanya beraksi pada malam hari saat warga beristirahat, tetapi juga di siang hari saat warga sibuk beraktivitas.

“Pelaku curanmor melakukan aksinya seakan tidak mengenal waktu,karena kehilangan tidak hanya di waktu malam hari,” ungkap Saepudin.

Untuk mengurangi kejadian curanmor, Saepudin menyatakan bahwa selain meningkatkan patroli malam, berbagai elemen masyarakat seperti Karang Taruna dan Pengurus RW secara swadaya turut serta dalam pengamanan wilayah.

Upaya pengamanan dilakukan dengan melakukan penjagaan di titik-titik jalur keluar masuk wilayah Sukamaju, serta mengadakan patroli aktif oleh sebagian warga untuk mengantisipasi aktivitas mencurigakan.

“Sekarang setiap ada orang yeng mencurigakan selalu ditanya dan dipantau karena pernah kejadian, perlaku orang tidak dikenal dan mencurigakan, selang beberapa waktu sepeda motor warga yang hilang,” beber Saepudin.

Meskipun upaya pengamanan telah dilakukan secara maksimal, kehilangan sepeda motor masih terjadi. Saepudin menduga bahwa para pelaku telah memahami situasi dan kondisi wilayah Sukamaju. Sebagai tindakan antisipasi, setiap warga yang akan masuk ke wilayah Sukmaju selalu dimintai keterangan tujuan dan kepentingannya.

Terkait dengan kejadian pada Kamis, 8 Februari 2024, puluhan warga sempat mengejar dan mengepung pelaku pencurian sepeda motor. Namun, pelaku berhasil melarikan diri ke salah satu gang di perkampungan.

Berita Utama

Scroll to Top