Pendidikan Jadi Prioritas, Pemkot Cimahi Siap Benahi Sarana Sekolah

Tasyakur Binni' mah
Wali Kota Cimahi Ngatiyana bersama Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira usai hadiri Tasyakur Binni' mah di Taman Plaza Rakyat Cimahi

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Adhitia Yudhistira mengapresiasi dukungan masyarakat yang telah mengantarkan mereka hingga pelantikan. Mereka mengajak seluruh warga untuk bersama-sama membangun Kota Cimahi ke arah yang lebih baik.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

“Saya akui, membangun Kota Cimahi tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Ngatiyana Dalam sebuah acara Tasyakur Binni’mah di Taman Plaza Rakyat Pemkot Cimahi pada Sabtu (01/03/25).

Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan dan berjanji melayani masyarakat dengan penuh dedikasi.

“Dalam seratus hari pertama, kami akan fokus pada penanganan sampah dan drainase guna mencegah banjir di Kota Cimahi,” tambahnya.

Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan juga menjadi perhatian utama. Ngatiyana menegaskan pentingnya perbaikan sarana dan prasarana sekolah, termasuk memastikan tidak ada lagi toilet yang rusak atau tidak layak digunakan.

“Langkah ini kami lakukan demi kenyamanan anak-anak dalam proses belajar mengajar,” katanya.

Terkait sistem zonasi, Ngatiyana menjelaskan bahwa aturan tersebut sudah tidak berlaku untuk jenjang SMA/sederajat, tetapi masih diterapkan di tingkat SD dan SMP. Namun, kebijakan ini akan dikaji ulang secara bertahap.

“Kami berharap ada keputusan dari Kementerian Pendidikan terkait zonasi untuk semua jenjang pendidikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ngatiyana juga menanggapi isu penambahan wilayah Kota Cimahi. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Wali Kota Bandung, Farhan, terkait hal ini.

“Proses ini membutuhkan waktu yang cukup panjang dan harus mengikuti aturan yang ada agar tidak melanggar undang-undang,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa penambahan wilayah harus melalui koordinasi dengan DPRD Cimahi hingga DPR RI, sementara untuk wilayah Margaasih akan dibahas di tingkat provinsi.

“Pada prinsipnya, kepala daerah setuju, tetapi proses ini harus dibahas lebih lanjut di tingkat provinsi,” tambahnya.

Ngatiyana juga berbagi pengalamannya saat mengikuti program retret di Magelang. Ia merasa seperti kembali ke masa tugasnya di militer, di mana kedisiplinan sangat ditekankan.

“Saat di sana, saya teringat kembali bagaimana disiplin diterapkan dengan ketat, seperti saat saya bertugas di militer,” ungkapnya.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kedisiplinan yang diterapkan dalam program tersebut.

“Saya merasa bangga dan terkesima melihat kedisiplinan di sana,” tutupnya. (Bzo)

 

Berita Utama