Pengawasan Jadi Sorotan Usai MBG di Cimahi Diduga Picu Keracunan

Keracunan

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Kota Cimahi menjadi sorotan usai puluhan siswa SD dan SMP dilaporkan mengalami gejala keracunan, diduga akibat mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan distribusi makanan sekolah.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menyampaikan bahwa kasus muncul pada Rabu (25/02/26) sore, dan sebagian anak langsung dilarikan ke RSUD Cibabat, RS Mitra Kasih*, serta RS Dustira. Semua pasien kini telah mendapatkan penanganan medis.

Menurut data awal, 11 anak ke RSUD Cibabat, dua ke RS Mitra Kasih, dan satu ke RS Dustira, sementara beberapa lainnya hanya mendapatkan perawatan di klinik sebelum diperbolehkan pulang.

Mulyati menekankan bahwa Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) bertanggung jawab mendistribusikan menu MBG, yang juga diberikan di Posyandu dan murid TK.

Pihaknya kini meninjau prosedur distribusi untuk memastikan keamanan makanan, termasuk waktu konsumsi yang berbeda-beda, baik saat berbuka puasa maupun siang hari.

“Distribusi makanan untuk anak-anak harus diawasi secara ketat agar kejadian serupa tidak terulang, ujar Mulyati.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Cimahi terus melakukan pemantauan kemungkinan adanya tambahan korban dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk pendataan siswa terdampak.

Mulyati menambahkan, pihak sekolah diminta segera mengarahkan anak yang bergejala ke rumah sakit terdekat agar penanganan cepat dan tepat.

“Kasus ini menjadi pengingat bagi kita, betapa pentingnya kepatuhan protokol kesehatan dan pengawasan.” pungkasnya.