Penggabungan SD Baros Dorong Transformasi Pendidikan Cimahi

IMG 20260521 184514
Rencana penggabungan SD Baros Mandiri 3 dan SD Baros Mandiri 7 di Kelurahan Baros dipandang sebagai bagian dari langkah pembaruan sektor pendidikan yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pendidikan

 

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Rencana penggabungan SD Baros Mandiri 3 dan SD Baros Mandiri 7 di Kelurahan Baros dipandang sebagai bagian dari langkah pembaruan sektor pendidikan yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pendidikan.

Kebijakan tersebut tidak hanya mempertimbangkan jarak kedua sekolah yang saling berdekatan, tetapi juga kondisi minimnya jumlah peserta didik di masing-masing sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, mengungkapkan, daya tampung sekolah dasar di Kelurahan Baros dinilai melebihi kebutuhan jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut.

Menurutnya, berdasarkan data Dinas Pendidikan, jumlah penduduk usia sekolah di Kelurahan Baros tercatat sebanyak 1.784 orang, sedangkan total kapasitas tampung sekolah mencapai 3.164 siswa.

” Kondisi ini menunjukkan adanya kelebihan fasilitas layanan pendidikan tingkat SD di kawasan tersebut.” ungkap Nana saat di konfimasi. Rabu (21/05/26).

Nana juga menambahkan kebijakan merger sekolah merupakan bagian dari transformasi pendidikan yang diarahkan pada peningkatan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.

“Hal ini menjadi bagian dari upaya pembaruan pendidikan agar layanan yang diberikan dapat lebih optimal, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.” tambahnya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga melakukan analisis terhadap persebaran domisili peserta didik yang bersekolah di kedua SD tersebut sebagai dasar pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.

” Meski demikian, kami memahami adanya kekhawatiran maupun penolakan dari sebagian masyarakat terhadap rencana penggabungan sekolah. ” jelasnya.

Nana mengakui, sekolah bukan hanya tempat belajar, melainkan juga memiliki nilai sejarah serta menjadi bagian dari kehidupan sosial warga.

Nana menegaskan proses merger masih akan melalui tahapan analisis dan evaluasi lebih lanjut dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan serta mitra pendidikan sebelum kebijakan final ditetapkan.

” Kami berharap seluruh proses dapat berjalan secara objektif, transparan, dan tetap mengutamakan kepentingan peserta didik, tenaga pendidik, serta masyarakat sekitar.” harapnya (Bzo)