Penjualan BYD Tersalip Jaecoo, J5 EV Jadi Kunci Dominasi di Maret 2026

1776210636665

Harga kompetitif dan spesifikasi unggul dorong lonjakan penjualan Jaecoo

Cimahi, NyaringIndonesia.com – Persaingan mobil listrik asal Tiongkok di Indonesia semakin ketat. Pada Maret 2026, penjualan wholesales BYD harus mengakui keunggulan pendatang baru, Jaecoo.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Data menunjukkan BYD mencatat penjualan sebanyak 2.941 unit, sedikit di bawah Jaecoo yang berhasil membukukan 3.035 unit. Capaian ini menjadikan Jaecoo unggul tipis dalam persaingan bulan tersebut.

Dominasi Jaecoo tidak lepas dari kontribusi besar model andalannya, yakni Jaecoo J5 EV. Mobil ini menyumbang sekitar 2.959 unit atau hampir seluruh total penjualan Jaecoo pada Maret.

Salah satu faktor utama tingginya minat konsumen adalah harga yang relatif kompetitif. Varian tertinggi J5 EV, Premium, sempat dipasarkan dengan harga Rp299,9 juta OTR Jakarta, sebelum akhirnya disesuaikan menjadi Rp309,9 juta.

Dengan banderol tersebut, konsumen mendapatkan SUV listrik lima penumpang dengan dimensi cukup besar dan desain bergaya boxy modern yang terinspirasi dari Range Rover Evoque. Desain ini tidak lepas dari keterkaitan grup Chery dengan Jaguar Land Rover.

Dari sisi spesifikasi, J5 EV menawarkan baterai berkapasitas 60,9 kWh dengan jarak tempuh hingga 471 km. Performa juga menjadi nilai jual, berkat motor listrik bertenaga 201 dk dan torsi 288 Nm, yang mampu berakselerasi 0–100 km/jam dalam 6,9 detik.

Di sisi lain, penjualan BYD pada Maret mengalami penurunan signifikan, terutama dari model BYD Atto 1. Jika pada Februari model ini mencatat penjualan sekitar 3.700 unit, pada Maret turun drastis menjadi 627 unit atau merosot hingga 82 persen.

Secara spesifikasi, Atto 1 Premium dibekali baterai 38,88 kWh dengan jarak tempuh sekitar 380 km. Dari sisi performa, tenaga yang dihasilkan sebesar 74 dk dengan torsi 135 Nm, cukup untuk kebutuhan harian di dalam kota.

Meski memiliki harga lebih terjangkau dibanding J5 EV, perbedaan kapasitas baterai dan performa menjadi pertimbangan penting bagi konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa pasar mulai mempertimbangkan nilai keseluruhan produk, bukan hanya harga semata.

Persaingan antara BYD dan Jaecoo diperkirakan akan semakin sengit ke depan, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik di Indonesia.

 

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News