Penjualan Knalpot Aftermarket Menurun Akibat Penertiban Pengendara Sepeda Motor

knalpot
Sam seorang penjual suku cadang sepeda motor

JAKARTA, Nyaringindonesia – Komitmen polisi dalam memberantas pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong telah berdampak pada penjualan knalpot aftermarket.

Sam, seorang penjual suku cadang sepeda motor dari toko Sumber Jaya di Otista, Jakarta Timur, mengungkapkan bahwa penjualan knalpot aftermarket menurun secara signifikan.

“Kalau saya sebetulnya sudah tidak jualan knalpot lagi, tapi spare parts. Ini banyak, tapi sebetulnya sedikit, karena sisa saja sudah sedikit yang nyari karena buat motor tua seperti (Suzuki) Thunder 125, terus (Honda) Mega Pro, sudah tak laku,” ujar Sam.

Pihak berwenang, terutama polisi, memberlakukan tindakan tegas terhadap pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong.

Knalpot brong, dalam definisi polisi, mengacu pada knalpot bersuara keras yang melanggar aturan kebisingan. Namun, Sam menyatakan bahwa tidak semua knalpot aftermarket dapat disebut sebagai knalpot brong, karena sebagian besar sudah dilengkapi peredam suara.

Sam juga menyebut bahwa sulit memahami definisi knalpot brong menurut polisi. Dalam penindakan di lapangan, polisi cenderung menyita knalpot aftermarket tanpa mempertimbangkan apakah knalpot tersebut sesuai dengan standar kebisingan yang telah ditetapkan.

Polisi biasanya menggunakan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 56 Tahun 2019 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan sebagai dasar penertiban.

Meskipun knalpot aftermarket yang dijual mungkin sudah memenuhi tingkat kebisingan yang diizinkan, polisi tetap melakukan penertiban dengan dalih bahwa knalpot tersebut tidak sesuai dengan standar teknis laik jalan kendaraan.

Hal ini mengakibatkan penurunan penjualan knalpot aftermarket, dan pedagang seperti Sam merasakan dampaknya secara langsung.

Sejumlah pihak menyayangkan penertiban ini karena dianggap kurang berpihak pada pengguna knalpot aftermarket yang mematuhi aturan kebisingan yang berlaku.

Mereka menyoroti perlunya ketentuan yang lebih jelas dan penilaian yang objektif terkait penggunaan knalpot aftermarket yang sesuai dengan standar.

Berita Utama

Scroll to Top