Pergantian Tahun dan Pesan Muhasabah Diri

Muhasabah
Ilustrasi Muhasabah diri

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Momen pergantian tahun, ulang tahun, maupun berbagai bentuk perayaan sejatinya bukan sekadar seremoni atau euforia sesaat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Lebih dari itu, momen tersebut seharusnya menjadi pengingat bagi manusia akan hakikat kehidupan dan asal-usulnya sebelum dilahirkan ke dunia yang fana.

Hal ini disampaikan Ustadz Yayat dalam tausiahnya, yang mengajak umat Islam menjadikan setiap perayaan sebagai sarana muhasabah diri.

Menurutnya, tanpa disadari, seiring berjalannya waktu, jatah hidup manusia justru semakin berkurang. Bertambahnya usia bukan berarti bertambah pula kehidupan, melainkan semakin mendekatkan manusia pada batas waktu yang telah Allah SWT tetapkan.

“Sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup di dunia? Cukupkah amal kita untuk melewati hisab kelak?” ujar Ustadz Yayat.

Ia menegaskan bahwa setiap momen perayaan apa pun seharusnya dijadikan sarana introspeksi diri, untuk menilai apakah seseorang menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya atau justru semakin jauh dari kebaikan.

“Jika lebih baik dari sebelumnya, maka itu akan membawa pada kebaikan. Namun jika lebih buruk dari sebelumnya, maka celakalah,” tambahnya.

Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, QS. Al-Hasyr ayat 18, yang mengingatkan orang-orang beriman agar senantiasa bertakwa dan memperhatikan apa yang telah diperbuatnya sebagai bekal untuk kehidupan akhirat. Ayat ini menegaskan pentingnya evaluasi diri dalam setiap fase kehidupan.

Ustadz Yayat juga mengingatkan bahwa manusia hanya bisa berharap dan terus berusaha agar menjadi pribadi yang lebih baik. Untuk itu, ia mengajak umat Islam agar berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman hidup.

“Sebagai seorang Muslim, taatilah perintah agama dan ikutilah apa yang telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW jika ingin selamat di dunia dan akhirat,” ujarnya.

Hal tersebut selaras dengan sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa orang yang cerdas adalah mereka yang mampu menghisab dirinya sendiri dan mempersiapkan amal untuk kehidupan setelah kematian.

Dengan demikian, setiap momen perayaan hendaknya tidak berlalu begitu saja, melainkan menjadi titik balik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT. (Tim)

Editor : A Gunara

# # # #

Berita Utama