Peringatan Nabi Muhammad SAW Terkait Sungai Eufrat dan Tigris Terbukti

1774253554487
Sungai Eufrat dan Tigris sebagai penopang lahirnya peradaban pertama di dunia.

Purworejo, NyaringIndonesia.com – Sumber kehidupan yang telah menopang manusia selama ribuan tahun di Timur Tengah kini mulai menghilang. Sungai Eufrat dan Tigris diperkirakan akan mengering pada tahun 2040, sebagaimana pernah diperingatkan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Para arkeolog menyebut Sungai Eufrat dan Tigris sebagai penopang lahirnya peradaban pertama di dunia. Wilayah di antara kedua sungai tersebut dikenal sebagai Mesopotamia, tempat munculnya kota-kota awal dalam sejarah manusia seperti Uruk dan Babilonia. Saat ini, wilayah tersebut sebagian besar berada di Irak.

Namun, kondisi Sungai Eufrat dan Tigris kini telah berubah drastis. Keduanya diperkirakan akan mengering pada tahun 2040. Fenomena ini disebut-sebut pernah diperingatkan oleh Rasulullah SAW jauh sebelumnya. Dalam sebuah hadis disebutkan:

“Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkap gunung emas sehingga manusia saling berperang dan saling membunuh untuk mendapatkannya.” (HR. Muslim No. 2894)

Sungai Eufrat mengalir melintasi beberapa negara, yaitu Turki, Suriah, dan Irak, sebelum bermuara di Teluk Persia. Bersama Sungai Tigris, sungai ini membentuk salah satu sistem sungai terbesar di kawasan Asia Barat. Wilayah di sekitarnya dikenal sebagai daerah yang subur.

Namun saat ini, sistem sungai tersebut mengalami pengeringan yang sangat cepat. Laporan Kementerian Sumber Daya Air pada tahun 2021 bahkan memperingatkan bahwa sungai ini berpotensi mengering pada tahun 2040.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa pengeringan terjadi akibat penurunan permukaan air dan kekeringan yang dipicu oleh perubahan iklim. Selain itu, aliran di sistem Eufrat–Tigris telah berkurang hampir setengahnya dalam beberapa dekade terakhir.

Berdasarkan citra satelit, sekitar 144 kilometer kubik air tawar hilang dalam kurun waktu 10 tahun, yakni dari 2003 hingga 2013.

Yang lebih mengkhawatirkan, sekitar 60 juta orang bergantung pada sistem sungai ini untuk kehidupan sehari-hari, terutama di Turki dan Irak.