Pernyataan Soal Upaya Penjatuhan Presiden Picu Polemik di Tengah Ketidakpastian Global

1775523373342
Fahri Hamzah menegaskan pentingnya menjaga stabilitas nasional dan menghindari langkah-langkah inkonstitusional di tengah dinamika geopolitik dunia.

Jakarta, NyaringIndonesia.com – Media sosial belakangan ramai membahas pernyataan peneliti senior SMRC, Saiful Mujani, yang menyinggung adanya upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto di luar mekanisme resmi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah.

Fahri menegaskan bahwa di tengah situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian, segala tindakan yang bertentangan dengan konstitusi tidak boleh mendapat tempat dalam sistem demokrasi Indonesia.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga praktik demokrasi agar tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku. Menurutnya, tindakan yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar berpotensi menimbulkan dampak serius bagi stabilitas negara.

Saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026), Fahri juga menekankan bahwa kritik terhadap pemerintahan seharusnya tidak hanya diarahkan kepada Presiden saja.

Ia menjelaskan bahwa dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, kekuasaan negara terbagi ke dalam beberapa lembaga, yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif, yang masing-masing memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat.

Fahri menilai, jika wacana tindakan inkonstitusional terus disuarakan, hal tersebut dapat mengganggu upaya negara dalam memperkuat sistem demokrasi yang sehat dan stabil.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan kebersamaan. Fahri juga menyampaikan keyakinannya bahwa kebijakan yang diambil Presiden Prabowo saat ini ditujukan untuk kepentingan masyarakat luas.