Cimahi, NyaringIndonesia.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus mendorong penguatan budaya literasi masyarakat melalui transformasi layanan perpustakaan berbasis digital dan pendekatan kolaboratif. Langkah ini menjadi strategi membangun karakter masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pengetahuan dan pemahaman publik.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kepala Dinas Arsip Daerah (Disarda) Kota Cimahi, Dani Bastiani, mengatakan inovasi layanan digital dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci pembentukan konektivitas sosial serta budaya baca yang relevan di era digital.
“Hari ini, kita masih memegang erat nilai silaturahmi. Mudah-mudahan hal ini tercermin juga dalam berbagai acara daerah,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (10/11/2025).
Menurut Dani, seluruh layanan publik termasuk perpustakaan harus memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Karena itu, pemeliharaan fasilitas, peningkatan standar dokumentasi, dan perbaikan ruang layanan menjadi fondasi penting dalam transformasi perpustakaan.
“Segala aspek harus sesuai SPM, terutama dalam konteks pemeliharaan fasilitas,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa meski gedung perpustakaan daerah belum tergolong megah, aktivitas pengunjung meningkat signifikan. Perpustakaan juga menjadi salah satu pilar utama dalam penilaian layanan publik berbasis literasi di Kota Cimahi. “Perpustakaan kita patut dibanggakan. Kini gedungnya berdiri kokoh dan menjadi penopang utama layanan literasi,” tutur Dani.
Disarda Cimahi juga mendorong digitalisasi melalui peluncuran e-Library Public Services (eLips) dan penguatan layanan Pustaka Keliling. Kolaborasi dengan sekolah dasar hingga menengah, termasuk SMP 45, memperluas jangkauan literasi bagi pelajar di bawah usia 16 tahun. “Data menunjukkan pelibatan anak usia U-16 memberikan dampak positif,” katanya.
Kerja sama dengan sektor swasta turut diperluas. Gramedia menjadi salah satu mitra strategis yang memberikan akses gratis pada layanan eLips bagi masyarakat. “Kolaborasi dengan pihak swasta seperti Gramedia membuka akses eLips secara gratis bagi publik,” ujarnya.
Sebagai respons terhadap meningkatnya minat baca, Disarda juga menyediakan alat baca khusus untuk mendukung pembaca aktif. Konsepnya sederhana: semakin lama seseorang membaca, semakin kuat dorongan untuk melanjutkannya. “Kami menyediakan alat baca yang dirancang untuk pembaca aktif agar minat baca terus tumbuh,” jelas Dani.
Dani menegaskan bahwa geliat literasi di Cimahi saat ini lahir dari tiga kekuatan utama: kolaborasi, teknologi, dan semangat silaturahmi. “Budaya baca kini bukan lagi sekadar kemungkinan, tapi mulai menjadi kebiasaan. Semua berawal dari kolaborasi, teknologi, dan semangat silaturahmi,” pungkasnya.