Perpustakaan Keliling Penerbit Erlangga Sapa Pelajar Bandung

Perpustakaan keliling
Dari kiri, Perwakilan penerbit Erlangga Bandung, Maulana,, Directeur Délégué IFI, Christophe Dreyer, kadis Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari, Marketing Communication PT Penerbit Erlangga, Selo Masani saat Rodshow BIMO di Taman Dewi Sartika Bandung

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – PT Penerbit Erlangga mengambil inisiatif strategis untuk mendorong budaya baca di kalangan pelajar. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Roadshow Perpustakaan Keliling Bibliothèque Mobile (BIMO) yang digelar di Kota Bandung.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Melalui program ini, Erlangga menjalin kemitraan dengan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut Français d’Indonésie (IFI), yang mengusung program literasi nasional bertajuk AYO BACA

Marketing Communication PT Penerbit Erlangga Cabang Bandung, Selo Masani, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan tingkat literasi sejak usia dini, sekaligus mengenalkan bahasa serta kebudayaan negara lain pada generasi muda.

Selo Masani
Marketing Communication, PT penerbit Erlangga, Selo Masani

Tak hanya lewat buku, tegas Selo, literasi dapat tumbuh melalui seni dan pengalaman budaya yang bersifat partisipatif.

“Pada roadshow ini, kami melibatkan siswa dari SDN 113 Banjarsari dan SDN 001 Merdeka. Antusiasme peserta terlihat jelas saat mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari sesi dongeng bersama Kampung Dongeng hingga pertunjukan memasak kuliner khas Prancis yang melibatkan siswa SMKN 9 Bandung,” ungkapnya.

Untuk menumbuhkan ketertarikan siswa, seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara menyenangkan tanpa tekanan, sehingga peserta dapat mengenal dunia baru melalui cerita, cita rasa, dan interaksi langsung.

Daya tarik utama dalam kegiatan ini adalah kehadiran Bibliothèque Mobile (BIMO), sebuah kendaraan milik PT Penerbit Erlangga yang telah dimodifikasi menjadi perpustakaan berjalan. Di dalamnya tersedia beragam koleksi buku anak dan bacaan literasi umum yang ditujukan untuk menanamkan kebiasaan membaca sejak bangku sekolah dasar.

Selo menegaskan bahwa program BIMO bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan Erlangga dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia.

“Ini merupakan bentuk kontribusi nyata kami dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan indeks literasi, khususnya di Kota Bandung. Membaca dapat menjadi pintu pembuka wawasan dan peningkatan kualitas SDM,” ujar Selo saat ditemui di Taman Dewi Sartika, Balai Kota Bandung. Kamis (18/12/25).

Sebelumnya, sejumlah kota besar, seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, dan Malang, sudah disambang. Dan Bandung menjadi kota kelima dalam rangkaian kegiatan tersebut, sedangkan Jakarta menjadi penutup rangkaian roadshow BIMO pada Januari 2026.

“Fokus utama kami adalah memperluas peningkatan literasi di berbagai daerah di Indonesia. Bandung menjadi salah satu titik penting dalam misi ini,” katanya.

Selain itu, Erlangga juga mengembangkan ekosistem digital berupa perpustakaan daring, buku elektronik, hingga layanan video edukasi berbasis ilmu pengetahuan guna menghadapi tantangan era digitalisasi.

“Kami konsisten menghadirkan konten edukatif. Literasi kini dapat diakses melalui berbagai platform, tidak terbatas pada media cetak,” jelasnya.

Sementara itu, Directeur Délégué IFI, Christophe Dreyer, menilai kolaborasi dengan PT Penerbit Erlangga sebagai proyek nasional yang memiliki nilai strategis. IFI berperan dalam kurasi karya sastra Prancis untuk diterjemahkan ke bahasa Indonesia, menghadirkan penulis Prancis, serta menjadikan perpustakaan keliling sebagai sarana pertukaran budaya.

“Kami ingin memperkenalkan sastra dan budaya Prancis, sekaligus menghidupkan kembali kebiasaan membaca buku fisik di kalangan anak-anak,” tutur Christophe.

Ia menambahkan, tingginya tingkat literasi di Prancis tidak terlepas dari dukungan kuat pemerintah terhadap perpustakaan dan kegiatan kebudayaan, serta kolaborasi erat antara institusi pendidikan dan lembaga literasi.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari, menilai kehadiran BIMO sebagai langkah konkret dalam mengampanyekan gerakan gemar membaca.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa sekolah dasar. Ke depan, kami berharap kerja sama semacam ini dapat terus diperluas, tak hanya dengan IFI, tetapi juga dengan penerbit lain dan komunitas literasi,” ujarnya.

Menurut Kenny, minat baca anak-anak pada dasarnya tinggi, namun masih terdapat kendala yang harus diatasi, seperti ketersediaan bahan bacaan.

“Oleh seba itu, kami berencana memperkuat program literasi, menggelar bazar buku terjangkau, serta mengembangkan perpustakaan digital pada 2026.” Pungkasnya. (Bzo)

 

 

 

Berita Utama