Maraknya tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di sejumlah titik di Kota Cimahi menunjukkan bahwa persoalan sampah tak dapat dipandang semata-mata sebagai akibat rendahnya kesadaran masyarakat
CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Maraknya tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di sejumlah titik di Kota Cimahi menunjukkan bahwa persoalan sampah tak dapat dipandang semata-mata sebagai akibat rendahnya kesadaran masyarakat.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Fenomena ini mencerminkan adanya persoalan yang lebih kompleks, terutama terkait keterbatasan sistem pengelolaan sampah yang tersedia.
Secara regulasi, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup telah menegaskan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya. Namun, implementasi di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara aturan dan kondisi nyata.
Kepala Bidang Penataan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Ario Wibisono, mengungkapkan bahwa fenomena pembuangan sampah liar tak dapat dilepaskan dari situasi yang dihadapi masyarakat saat ini.
” Keterbatasan kapasitas pengelolaan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku warga dalam membuang sampah.” ungkap Ario saat dikonfirmasi. Selasa (09/04/26).
“Adanya pembatasan volume pembuangan sampah ke TPA Sarimukti berdampak pada berkurangnya jumlah sampah yang dapat diangkut dan dibuang dari empat kabupaten/kota di Bandung Raya.” sambungnya.
Menurutnya, kondisi tersebut mempersempit ruang gerak pengelolaan sampah di daerah, termasuk di Kota Cimahi. Di sisi lain, produksi sampah masyarakat terus berlangsung setiap hari tanpa dapat dihentikan.
Akibatnya, terjadi tekanan antara volume sampah yang terus meningkat dan kapasitas pengangkutan yang terbatas. Dalam situasi tersebut, perilaku masyarakat kerap kali merupakan respons atas keterbatasan yang ada, bukan semata-mata karena kurangnya kepedulian terhadap lingkungan.
Ario menegaskan bahwa tanpa diimbangi dengan upaya pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, volume sampah yang tak tertangani akan terus bertambah.
“Jika masyarakat tak disiplin melakukan pengurangan dan pemilahan sampah dari sumber, maka volume sampah yang tidak dapat diolah dan diangkut akan terus meningkat,” pungkasnya. (Bzo)

