Peta Tjimahi tahun 1940 mengungkap deretan nama jalan di Cimahi pada masa Hindia Belanda. Sejumlah nama lama seperti Cantineweg dan Gedong Ampatweg masih dikenal hingga kini.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Cimahi, NyaringIndonesia.com – Menelusuri Nama-Nama Jalan di Cimahi Zaman Hindia Belanda, Jejak Sejarah Kota Militer yang Masih Bertahan.
Jejak sejarah Cimahi ternyata masih tersimpan melalui nama-nama jalannya. Di masa Hindia Belanda, kawasan yang dikenal sebagai kota garnisun militer itu memiliki penamaan jalan dengan nuansa khas Belanda yang sebagian masih bertahan hingga sekarang.
Berdasarkan peta Tjimahi tahun 1940, berbagai ruas jalan utama di kota tersebut telah memiliki nama resmi berbahasa Belanda. Penamaan itu tidak hanya menjadi penunjuk lokasi, tetapi juga menggambarkan fungsi kawasan, aktivitas militer, hingga karakter lingkungan pada masa itu.
Dalam bahasa Belanda, istilah weg lazim digunakan untuk menyebut jalan besar atau jalur penghubung antardaerah. Sementara straat merujuk pada jalan di kawasan permukiman. Adapun laan digunakan untuk jalan yang memiliki deretan pepohonan di sisinya.
Salah satu nama jalan yang cukup dikenal adalah Cantineweg. Jalan ini dahulu membentang dari utara ke selatan membelah Garnisun Tjimahi dan kini dikenal sebagai Jalan Gatot Subroto.
Nama Cantineweg berasal dari keberadaan bangunan Militair Cantine atau Kantin Militer yang berdiri di kawasan tersebut. Bangunan bersejarah itu kini dikenal sebagai Gedung Siliwangi yang berada di kompleks Makodim 0609 Cimahi.
Menariknya, berdasarkan penelusuran arsip surat kabar Belanda De Koerier edisi 13 Mei 1932, bagian awal Cantineweg dari pertigaan Tagog hingga pertigaan Cibolang ternyata pernah disebut sebagai Javastraat. Nama itu diketahui dari alamat Pension Tijhoff, sebuah penginapan yang pada masanya cukup terkenal di kawasan Cimahi.
Beberapa nama jalan kolonial bahkan masih dipertahankan hingga kini. Gedong Ampatweg misalnya, tetap dikenal sebagai Jalan Gedung Empat. Sementara Gedong Dalapanweg masih dikenal warga sebagai Jalan Gedong Delapan hingga era 1980-an sebelum berubah menjadi Jalan Sriwijaya Atas.
Begitu pula Babakanweg yang bertahan sebagai Jalan Babakan hingga tahun 2006 sebelum resmi berganti nama menjadi Jalan Moh K Wiganda Sasmita.
Daftar Nama Jalan Cimahi di Masa Hindia Belanda.
Berikut sejumlah nama jalan di Tjimahi tempo dulu beserta nama yang dikenal saat ini:
Groote Postweg → Jalan Amir Machmud
Tjisaroewaweg → Jalan Kolmas
Babakanweg → Jalan Moh K Wiganda Sasmita (Babakan)
Pandhuisweg → Jalan Pecinan
Pasar Antriweg → Jalan Gandawijaya
HIS-straat → Jalan Rd Embang Artawijaya
Cantineweg → Jalan Gatot Subroto
Gedong Ampatweg → Jalan Gedung Empat
Gedong Dalapanweg → Jalan Sriwijaya Atas
Tuinweg → Jalan Simpang
Van Heutzweg → Jalan Kalidam
Kampementweg → Jalan Gatot Subroto (depan kawasan pendidikan militer)
Magazijnweg → Jalan Pasir Kumeli
Stationweg → Jalan Stasiun
Sapeursweg → Jalan Buntu
Schoolweg → Jalan Sukimun
Hospitaalweg → Jalan Dustira
Emmalaan → Jalan Urip Sumoharjo
Prins Hendriklaan → Jalan Jenderal Sudirman
Barosweg → Jalan Baros
Willemstraat → Jalan Ratulangi
Manageweg → Jalan Pusdik Armed
Gang Leupen → Jalan Bapa Ampi
Gang Doger → Kebonsari
Sebagai kota yang tumbuh dari kawasan militer kolonial, Cimahi memang menyimpan banyak warisan sejarah. Nama-nama jalan tersebut menjadi bagian penting dari identitas kota sekaligus pengingat perjalanan panjang perkembangan Cimahi dari masa Hindia Belanda hingga menjadi kota modern saat ini.
Keberadaan nama jalan lama juga menjadi daya tarik tersendiri bagi komunitas sejarah dan pegiat heritage yang terus berupaya menjaga memori kolektif kota. Tidak sedikit warga yang masih mengenal penyebutan jalan-jalan lama itu dalam percakapan sehari-hari.
==================
Disclaimer:
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

