NyaringIndonesia.com – Laporan terkini di pasar menunjukkan bahwa Pi Network sedang mempersiapkan penerapan mekanisme pematokan harga (price pegging) pada blockchain-nya. Komunitas telah menemukan kode smart contract yang mengaitkan Chainlink LINK1.35% dengan referensi langsung ke Pi Coin sebagai mata uang kripto native mereka.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Per 13 Maret 2025, harga Pi Coin mengalami kenaikan sebesar 13%, mencapai $1,68, di tengah optimisme investor yang terus tinggi. Banyak spekulasi yang beredar bahwa harga Pi Coin bisa mencapai $5 atau bahkan lebih dalam waktu dekat.
Menurut laporan dari Coingape (12/3/25), komunitas Pi Network baru-baru ini menemukan kode smart contract yang mencantumkan Chainlink dan merujuk langsung ke Pi Coin. Hal ini menandakan adanya kemungkinan penerapan mekanisme pegging dinamis, yang dapat menstabilkan harga Pi Coin melalui sistem minting dan burning otomatis.
Jika informasi ini terbukti akurat, Pi Network mungkin akan mengadopsi mekanisme pematokan harga untuk mengurangi volatilitas harga Pi Coin. Pendekatan semacam ini banyak diterapkan pada stablecoin seperti USDT dan USDC, yang mengaitkan nilai mereka dengan aset tertentu seperti USD atau emas.
Dengan mekanisme ini, stabilitas harga bisa terjaga, menciptakan pasar yang lebih terprediksi dan lebih sedikit fluktuasi. Beberapa analis memprediksi bahwa Pi Coin yang dipatok ke aset tertentu akan menarik lebih banyak pengguna dan investor, karena menawarkan valuasi yang lebih stabil.
Jika Pi Coin berfungsi sebagai stablecoin algoritmik, kemungkinan besar pemakaiannya dalam transaksi sehari-hari dan ekosistem DeFi akan semakin meluas.
Namun, hingga saat ini, PiCoreTeam belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keabsahan atau rencana implementasi mekanisme pegging ini.
Bagaimana Harga Pi Coin Setelah Penerapan Mekanisme Pegging?
Detail terbaru mengenai mekanisme pegging Pi Network memperlihatkan pendekatan baru dalam menstabilkan nilai Pi Coin lewat pegging algoritmik dinamis. Smart contract yang terkait dengan Chainlink akan secara otomatis mengatur suplai Pi Coin berdasarkan perubahan harga dengan dua cara utama:
- Menambah pasokan (minting) saat harga berada di bawah target.
- Mengurangi pasokan (burning) saat harga melebihi target.
Dari laporan yang ada, token yang dipatok tetap bernama Pi Coin, dengan target harga sebesar $314,159 USD (atau setara dengan 314,159 × 10¹⁸ Wei, unit terkecil di Ethereum). Mekanisme minting akan diaktifkan jika harga turun di bawah target, sementara mekanisme burning akan berjalan jika harga melewati target tersebut.
Jika mekanisme ini benar-benar diterapkan, Pi Coin dapat mengalami peningkatan stabilitas harga yang signifikan, menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih stabil, serta menarik lebih banyak investor dan pengguna, terutama dalam ekosistem DeFi.
Apakah Binance Listing Akan Meningkatkan Harga Pi Coin?
Beberapa laporan menyebutkan bahwa Pi Network berpeluang terdaftar di Binance dalam waktu dekat, yang berpotensi memberikan dorongan besar bagi likuiditas dan harga Pi Coin. Jika listing ini terjadi, Pi Coin bisa saja masuk dalam jajaran 10 besar cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar terbesar.
Saat ini, harga Pi Coin menunjukkan ketahanan yang baik, bertahan di level support $1,30 meskipun pasar sedang mengalami volatilitas. Analis melihat ini sebagai sinyal positif, mengindikasikan bahwa Pi Coin mungkin sedang bersiap untuk lonjakan harga yang signifikan.
Sentimen pasar semakin optimis, dengan banyak spekulasi yang mengatakan bahwa Pi Coin bisa segera melonjak menuju $5 jika momentum positif ini terus berlanjut.
Itulah kabar terbaru seputar dunia crypto hari ini. Dapatkan informasi lebih lanjut mengenai dunia crypto dan blockchain, mulai dari level pemula hingga ahli, hanya di Pintu Academy. Perkaya pengetahuanmu mengenai crypto dan blockchain!
==============
Disclaimer:
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News