Jakarta, NyaringIndonesia.com – Token Pi Network (PI) menguat sekitar 2 persen pada perdagangan Selasa, memulihkan sebagian tekanan setelah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut. Pemulihan ini ditopang meningkatnya minat investor yang tercermin dari arus keluar token dari bursa terpusat (centralized exchanges/CEX).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Data PiScan mencatat bursa terverifikasi Know-Your-Business (KYB) membukukan arus keluar sebesar 759.924 token PI dalam 24 jam hingga 24 Februari. Secara umum, outflow dari CEX kerap diinterpretasikan sebagai indikasi akumulasi, karena investor memindahkan aset ke dompet pribadi untuk disimpan dalam jangka waktu lebih panjang.
Dalam konteks pergerakan terbaru, arus keluar tersebut mengindikasikan sebagian pelaku pasar memanfaatkan koreksi harga untuk melakukan aksi beli saat harga rendah (buy the dip), dengan ekspektasi potensi reli lanjutan.
Uji EMA 50 Hari
Secara teknikal, PI mampu bertahan di level support US$0,1533 pada Senin (23/2) dan ditutup di US$0,1599 setelah sempat menyentuh level terendah harian US$0,1555. Pada Selasa (24/2), harga melanjutkan kenaikan sekitar 2 persen dan mendekati level Exponential Moving Average (EMA) 50 hari di kisaran US$0,1754.
Penutupan harian yang solid di atas EMA 50 hari berpotensi memperluas pemulihan menuju resistance US$0,1919, yang bertepatan dengan titik terendah 11 Oktober sebelumnya dan kini berfungsi sebagai area hambatan teknikal.
Namun, indikator momentum menunjukkan sinyal campuran. Relative Strength Index (RSI) berada di level 36 dan bergerak cenderung datar ke bawah, menandakan tekanan beli masih terbatas meski belum memasuki zona jenuh jual (oversold).
Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) mendekati garis sinyalnya. Penyempitan histogram positif meningkatkan risiko terjadinya bearish crossover apabila momentum kenaikan tidak berlanjut.
Di sisi bawah, penembusan support US$0,1533 dengan penutupan harian berpotensi membuka ruang koreksi lebih dalam menuju rekor terendah sepanjang masa di kisaran US$0,1300 yang tercatat pada 6 Februari.
=======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News
