Pi Network Tertekan Jelang Pi2Day, Minat Investor Meredup dan Risiko Koreksi Masih Mengintai

IMG 20251008 135248

NYARINGINDONESIA.COM – Harga token Pi Network (PI) masih bergerak dalam bayang-bayang tekanan bearish menjelang perayaan Pi2Day yang akan berlangsung akhir pekan ini. Alih-alih mendapat dorongan dari momentum komunitas, aset kripto tersebut justru menghadapi penurunan minat sosial yang mengindikasikan melemahnya antusiasme investor.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pi2Day tahun ini sejatinya menjadi momen penting bagi ekosistem Pi Network. Perayaan tersebut menandai satu tahun peluncuran Pi App Studio, Ecosystem Directory Staking, pembaruan Node, hingga berbagai pengembangan jaringan lainnya. Namun, euforia yang biasanya mengiringi agenda tahunan itu belum terlihat di pasar.

Data terbaru dari Santiment menunjukkan dominasi sosial Pi Network mengalami penurunan tajam. Angkanya kini berada di kisaran 0,0145 persen, jauh lebih rendah dibandingkan 0,27 persen yang tercatat pada Pi2Day tahun lalu.

Penurunan tersebut juga tercermin dari volume percakapan komunitas. Jika tahun lalu volume sosial PI mencapai 275, kini angka itu merosot menjadi hanya enam. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa perhatian investor terhadap Pi Network sedang mengalami pelemahan signifikan.

Fenomena ini semakin menegaskan karakter Pi Network sebagai aset yang sangat dipengaruhi oleh kekuatan komunitas dan sentimen spekulatif. Saat tingkat percakapan dan keterlibatan komunitas menurun, harga token pun cenderung kehilangan momentum.

Di saat yang sama, pasar kripto global juga sedang menghadapi tekanan. Indeks Fear and Greed CoinMarketCap berada di level 17 atau masuk kategori “Extreme Fear”. Angka tersebut mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap aset berisiko, termasuk cryptocurrency.

Secara teknikal, kondisi PI juga belum menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat. Harga masih bergerak di bawah rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50 hari yang berada di sekitar US$0,1433 dan EMA 200 hari di area US$0,1904. Kedua level tersebut menjadi hambatan utama bagi upaya pemulihan harga.

Selain itu, indikator Relative Strength Index (RSI) masih bertahan di level 36, atau di bawah garis netral 50. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual masih lebih dominan dibandingkan minat beli.

Sementara itu, indikator MACD mulai menunjukkan potensi persilangan bearish yang dapat menjadi sinyal melemahnya momentum kenaikan dalam jangka pendek.

Apabila tekanan jual berlanjut, area US$0,1238 menjadi level support penting yang akan diuji pasar. Jika level tersebut gagal dipertahankan, harga berpotensi melanjutkan koreksi menuju titik terendah 6 Juni di kisaran US$0,1184.

Sebaliknya, untuk mengubah sentimen negatif yang sedang berlangsung, PI perlu menembus area resistance pertama di sekitar EMA 50 hari pada level US$0,1433. Penembusan yang kuat di atas level tersebut dapat membuka peluang pemulihan yang lebih meyakinkan.

Dengan minat sosial yang terus menyusut dan sentimen pasar kripto yang masih dibayangi ketakutan, Pi2Day akhir pekan ini berpotensi menjadi momen krusial bagi Pi Network. Investor kini menanti apakah pembaruan ekosistem mampu menghidupkan kembali optimisme komunitas atau justru tekanan bearish akan semakin mendominasi pergerakan harga token PI.

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News