PM Inggris Keir Starmer Dikabarkan Siap Umumkan Pengunduran Diri

1782123033991
Setelah berbulan-bulan diterpa pemberontakan internal dan anjloknya dukungan politik, masa depan Keir Starmer di Downing Street disebut memasuki babak akhir. Sejumlah tokoh pemerintahan meyakini pengumuman resmi bisa datang kapan saja.

INGGRIS, NYARINGINDONESIA.COM – Gejolak politik kembali mengguncang Inggris. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dikabarkan bersiap mengumumkan pengunduran dirinya setelah tekanan dari dalam Partai Buruh terus membesar dalam beberapa bulan terakhir.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Sebelumnya, Starmer berkali-kali menegaskan tidak akan meninggalkan jabatannya begitu saja dan siap menghadapi siapa pun yang menantang kepemimpinannya. Menurut laporan BBC, seperti dikutip Anadolu, situasi politik yang berkembang dalam beberapa hari terakhir disebut telah mengubah peta kekuatan di internal pemerintahan.

Laporan berbagai media Inggris menyebut sejumlah tokoh senior Partai Buruh kini meyakini Starmer akan menetapkan jadwal pengunduran dirinya. Bahkan tekanan yang sebelumnya hanya datang dari sebagian anggota parlemen kini telah merambah ke lingkaran pemerintahan dan kabinet.

Dikutip dari Semafor, Menteri Bisnis Inggris, Peter Kyle, mengatakan bahwa Starmer akan bertindak dengan mengutamakan kepentingan negara dan tengah mempertimbangkan berbagai tantangan politik yang dihadapinya.

Tekanan terhadap Starmer sebenarnya bukan hal baru. Sejak hasil buruk Partai Buruh dalam sejumlah pemilihan lokal beberapa waktu lalu, puluhan anggota parlemen dari partainya sendiri secara terbuka meminta dirinya mundur atau setidaknya menetapkan jadwal transisi kepemimpinan. Beberapa pejabat dan ajudan pemerintahan bahkan memilih mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap arah kepemimpinannya.

Perkembangan terbaru pada Senin (22/6) menunjukkan situasi bergerak lebih cepat dari perkiraan. Starmer akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri dan pemimpin Partai Buruh setelah mengakui bahwa dukungan internal terhadap dirinya telah memudar. Ia menyatakan akan tetap menjalankan tugas sebagai pemimpin sementara hingga proses pemilihan pengganti selesai.

Pengunduran diri tersebut mengakhiri masa jabatan yang berlangsung kurang dari dua tahun sejak kemenangan besar Partai Buruh dalam pemilu 2024. Berbagai laporan menyebut ketidakpuasan internal partai, hasil pemilu lokal yang mengecewakan, serta sejumlah kontroversi politik menjadi faktor utama yang mempercepat kejatuhannya.

Kini perhatian publik Inggris tertuju pada siapa yang akan menggantikan Starmer. Nama Andy Burnham disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Buruh dan berpeluang menjadi penghuni baru Downing Street dalam waktu dekat.

Bagi Inggris, pergantian ini bukan sekadar pergantian pemimpin. Ini menjadi babak baru dalam dinamika politik yang terus bergejolak, sekaligus menambah daftar panjang pergantian perdana menteri dalam satu dekade terakhir.

 

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News