Polda Jabar Tegaskan Rekrutmen Anggota Kepolisian Sangat Transparan

IMG 20260528 115103
Kepala Biro Personel (Karo Pers) Fadly Samad dari Polda Jawa Barat menegaskan bahwa rangkaian penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, serta Tamtama Polri tahun 2026 di wilayah Jawa Barat berlangsung secara jujur, terbuka, bertanggung jawab, dan menjunjung nilai kemanusiaan

 

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

BANDUNG, NyaringIndonesia.com – Kepala Biro Personel (Karo Pers) Fadly Samad dari Polda Jawa Barat menegaskan bahwa rangkaian penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, serta Tamtama Polri tahun 2026 di wilayah Jawa Barat berlangsung secara jujur, terbuka, bertanggung jawab, dan menjunjung nilai kemanusiaan.

Semua tahapan penyaringan dilaksanakan secara transparan sehingga setiap peserta bisa langsung mengetahui capaian yang diperoleh pada masing-masing ujian.

Menurut Fadly, keterbukaan merupakan landasan utama dalam proses perekrutan anggota Polri. Seluruh peserta dapat memantau skor ujian secara langsung melalui komputer maupun layar monitor yang disediakan di area seleksi.

“Setelah ujian selesai, nilai langsung muncul di monitor. Semua peserta dapat melihat hasilnya, baik nilai pribadi maupun peserta lainnya,” ujar Fadly Samad dalam keterangannya, Kamis (27/05/26).

Ia menerangkan bahwa mekanisme seleksi terbuka tersebut sudah diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir sebagai bentuk kesungguhan Polri menghadirkan penerimaan yang netral serta bebas dari praktik manipulasi.

Melalui pola yang transparan itu, peserta juga memperoleh peluang untuk melakukan klarifikasi apabila merasa ada ketidaksesuaian terhadap nilai yang tampil ketika ujian berlangsung.

“Peserta yang merasa nilainya tidak sesuai diberikan kesempatan menyampaikan koreksi kepada panitia. Mereka juga telah mengetahui komponen penilaian akademik, psikologi, dan jasmani. Dengan sistem terbuka ini, calon taruna dapat menghitung sendiri hasil yang diraih,” tuturnya.

Dalam implementasinya, seluruh tahapan seleksi mendapat pengawasan berjenjang. Pengawasan internal melibatkan Itwasda dan Bid Propam Polda Jabar, sedangkan pengawasan eksternal menggandeng unsur masyarakat guna memastikan proses berlangsung adil dan profesional.

Fadly menekankan bahwa setiap proses seleksi wajib mengedepankan integritas dan asas meritokrasi sebagai bagian dari transformasi Polri Presisi. Ia menegaskan tidak ada perlakuan istimewa bagi peserta tertentu karena seluruh penilaian didasarkan pada kapasitas masing-masing individu.

Proses seleksi diawali dengan registrasi daring dan pengecekan administrasi, kemudian diteruskan dengan pemeriksaan administrasi awal (rikmin awal), pemeriksaan kesehatan tahap pertama (rikkes 1), tes psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT), hingga ujian akademik, komputer, Mental Ideologi (MI), serta Penelusuran Mental Kepribadian (PMK).

Tahapan berikutnya meliputi pemeriksaan kesehatan tahap kedua (rikkes 2), tes kebugaran jasmani, wawancara PMK dan psikologi, hingga pemeriksaan administrasi akhir (rikmin akhir) yang menjadi penentu kelulusan final.

Sebelum memasuki ruang ujian, peserta menjalani pemeriksaan ketat guna memastikan tidak membawa alat komunikasi maupun perangkat lain yang berpotensi dipakai untuk melakukan kecurangan selama tes berlangsung.

“Tes CAT ini dibuat untuk menilai potensi dan karakter peserta secara objektif. Setiap peserta memperoleh peluang yang sama, dan hasil akhirnya sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan masing-masing,” kata Fadly.

Ia menambahkan, melalui tahapan seleksi yang profesional, objektif, dan terbuka, Polda Jawa Barat berkomitmen mencetak calon anggota Polri yang berkualitas, beretika, dan siap menjadi pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat pada masa mendatang.

Sementara itu, Kabagbinkar Ro SDM Polda Jawa Barat AKBP Condro Sasongko menyampaikan bahwa transparansi dalam tahapan seleksi menjadi faktor penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“Polda Jabar memastikan tidak ada jalur instan dalam penerimaan anggota Polri, baik Taruna Akpol, Bintara, maupun Tamtama. Peserta yang dinyatakan lolos adalah mereka yang benar-benar memenuhi standar kemampuan serta integritas,” ujar Condro Sasongko.